Alasan Geografis dan Historis Jadi Pertimbangan
Kusumo menambahkan, sejumlah daerah dari Jawa Timur seperti Ngawi dan Magetan secara geografis sangat dekat dengan Sragen dan kawasan lereng Gunung Lawu. Sementara Blora, Grobogan, dan Jepara juga memiliki hubungan historis dengan wilayah Kasunanan Surakarta.
โKita punya kesamaan kultur, sejarah panjang kebudayaan Jawa, dan ikatan sosial yang kuat. Ini bukan sekadar pemekaran, tapi reunifikasi wilayah yang pernah memiliki ikatan kuat sejak masa kolonial,โ katanya.
ย
Kesiapan Infrastruktur dan SDM Mendukung
Wilayah yang diusulkan menjadi bagian dari Provinsi Surakarta dinilai telah memiliki infrastruktur yang cukup untuk menopang pemerintahan provinsi baru. Terdapat Bandara Internasional Adi Soemarmo di Boyolali, Terminal Tipe A Tirtonadi di Solo, jalan tol Solo-Ngawi, rumah sakit nasional seperti RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso, dan berbagai perguruan tinggi terkemuka.
โKita punya kombinasi lengkap: dari kawasan pertanian, pegunungan, urbanisasi, industri kreatif, hingga akses transportasi udara, darat, dan jalur logistik. Provinsi baru ini bisa langsung beroperasi tanpa harus membangun dari nol,โ tegas Kusumo.
ย
Pemekaran Dianggap Solusi Pemerataan dan Pengentasan Kemiskinan
Selain alasan administratif dan geografis, pemekaran ini juga diyakini akan berdampak signifikan pada pengurangan kemiskinan dan ketimpangan pembangunan di Jawa Tengah.
โKalau pusat pemerintahan terlalu jauh, pelayanan jadi lambat. Dengan Provinsi Surakarta, pemerintah bisa lebih responsif terhadap kebutuhan lokal. Anggaran bisa lebih tepat sasaran,โ kata Kusumo.
Ia menambahkan, pendekatan pembangunan berbasis lokal akan membuat program pemerintah lebih menyentuh akar permasalahan masyarakat.
ย
Penuhi Syarat UU Pemekaran Daerah
Eksplorasi konten lain dari Harian Solo Raya
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









