Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Penelusuran Solar Subsidi Ilegal, Sopir Truk Tunjukkan Aksi Agresif

Investigasi di Demak hingga Semarang ungkap dugaan distribusi BBM subsidi ilegal, sopir truk bersikap intimidatif saat dikonfirmasi jurnalis

HARIANSOLORAYA.COM, DEMAK / SEMARANGย  || Penelusuran dugaan praktik distribusi ilegal Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di wilayah Jawa Tengah diwarnai insiden menegangkan. Seorang sopir truk berinisial PS diduga menunjukkan aksi agresif saat dikonfirmasi oleh awak media yang tengah melakukan investigasi di lapangan.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (27/4/2026), saat tim jurnalis melakukan pemantauan di wilayah Trimulyo, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Sekitar pukul 19.40 WIB, sebuah truk mencurigakan terpantau melakukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan pengangkutan solar subsidi.

Berdasarkan hasil pengamatan, kendaraan tersebut melintasi jalur distribusi logistik yang padat, sehingga pergerakannya tidak mudah terdeteksi. Namun, pola aktivitas yang terekam mengindikasikan adanya dugaan pengangsu BBM subsidi untuk kepentingan di luar peruntukan.

Selang beberapa waktu, sekitar pukul 20.02 WIB, truk yang sama ditemukan berada di kawasan Pangkalan Truk Blok A3, Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Di lokasi tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada sopir terkait aktivitas yang dilakukan.

Alih-alih memberikan penjelasan, sopir berinisial PS justru menunjukkan sikap tidak kooperatif. Situasi berubah tegang ketika yang bersangkutan diduga mengarahkan kendaraannya ke arah jurnalis. Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk intimidasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Insiden ini nyaris berujung kecelakaan dan menjadi perhatian serius terkait keamanan jurnalis dalam menjalankan tugas investigasi, khususnya dalam mengungkap dugaan praktik ilegal.

Dalam kondisi tertekan, sopir tersebut sempat menyebut nama seseorang berinisial IM yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas distribusi solar tersebut. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait identitas maupun peran pihak yang disebutkan.

Penelusuran lebih lanjut mengarah pada sebuah lokasi yang diduga sebagai gudang penampungan solar di kawasan Pangkalan Truk Blok A3 Genuksari. Gudang tersebut diduga menjadi titik transit sebelum BBM subsidi didistribusikan kembali dalam jumlah besar.

Praktik distribusi ilegal BBM subsidi merupakan pelanggaran serius karena bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang mengatur peruntukan energi bersubsidi. Selain merugikan negara, aktivitas ini juga berpotensi menyebabkan kelangkaan BBM di masyarakat serta menciptakan ketimpangan distribusi.

Di sisi lain, tindakan agresif terhadap jurnalis juga menjadi sorotan. Upaya menghalangi kerja pers dinilai mencederai prinsip kebebasan pers serta hak publik untuk mendapatkan informasi yang transparan dan akurat.

Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan mendalam. Penindakan diharapkan tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap jaringan yang diduga berada di balik praktik distribusi ilegal solar subsidi.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi BBM subsidi serta perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugasnya.ย ( Tim )

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
Bagikan :

Eksplorasi konten lain dari Harian Solo Raya

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Harian Solo Raya

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca