Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Provinsi Surakarta Dinilai Solusi Pelayanan Publik Lebih Baik oleh Kusumo Putro

Tokoh Solo kembali menegaskan urgensi pemekaran wilayah untuk meningkatkan efektivitas birokrasi dan percepatan pembangunan daerah

Dr. BRM. Kusumo Putro, SH., MH. saat menyampaikan dukungan penuh terhadap pemekaran Provinsi Surakarta di hadapan awak media Harian Solo Raya.
Dr. BRM. Kusumo Putro, SH., MH. saat menyampaikan dukungan penuh terhadap pemekaran Provinsi Surakarta di hadapan awak media Harian Solo Raya.

HARIANSOLORAYA,COM, Solo โ€“ Dalam pernyataan tegasnya, Kusumo Putro menilai bahwa pembentukan Provinsi Surakarta merupakan solusi konkret untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih maksimal di kawasan Solo Raya. Ia menyebutkan, pemekaran wilayah menjadi kebutuhan mendesak demi efisiensi dan efektivitas birokrasi daerah.

Gagasan pembentukan Provinsi Surakarta kembali mendapat sorotan publik usai pernyataan dari tokoh masyarakat Solo, Kusumo Putro. Menurutnya, Solo Raya memiliki potensi besar namun masih terkendala dalam hal pelayanan publik yang belum optimal karena tergabung dalam wilayah administrasi Provinsi Jawa Tengah yang sangat luas.

โ€œKami melihat pelayanan publik di Solo Raya belum maksimal. Sering kali kita menjadi prioritas kesekian karena luasnya cakupan Provinsi Jawa Tengah,โ€ ujar Kusumo Putro saat ditemui dalam forum diskusi publik di Surakarta, Selasa (24/6).

Ia menambahkan, pembentukan provinsi baru bukan semata-mata tentang pemisahan administratif, tetapi justru mempercepat pembangunan dan menciptakan birokrasi yang lebih efisien dan dekat dengan rakyat.

Kusumo menilai bahwa Solo Raya sudah memiliki infrastruktur pendukung, pusat ekonomi, budaya, pendidikan, serta potensi sumber daya manusia yang mampu menopang berdirinya sebuah provinsi mandiri.

โ€œBanyak potensi kita yang belum digarap maksimal karena persoalan birokrasi yang lambat dan jauh dari pusat pengambilan keputusan,โ€ jelasnya.

Wacana pembentukan Provinsi Surakarta sudah pernah mencuat beberapa tahun lalu, namun redup karena minimnya dukungan politik dan anggapan bahwa pemekaran akan membebani APBN. Namun kini, narasi tersebut kembali menguat dengan perspektif baru: sebagai solusi pelayanan dan keadilan pembangunan antarwilayah. (CH86)

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
Bagikan :

Eksplorasi konten lain dari Harian Solo Raya

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Harian Solo Raya

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca