Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Suruh Korbannya Melakukan Ritual Pembersihan Diri Yang Menyimpang, Pemuda Ngaku Guru Spiritual Dibekuk Sat Reskrim Polres Pekalongan

HARIANSOLORAYA.COM, PEKALONGAN || Bermula adanya unggahan video syur oleh beberapa akun palsu di beberapa grup media sosial facebook, Sat Reskrim Polres Pekalongan yang mendapat informasi tersebut, langsung mendalami dan mengamankan seorang wanita IM (38).

Dari hasil pendalaman yang dilakukan penyidik unit PPA Sat Reskrim Polres Pekalongan, bahwa IM selama ini diperas oleh pelaku (AF) yang tak lain adalah kekasihnya, hingga puluhan juta.

AF merupakan warga Duri barat, kecamatan Mandau kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. AF berhasil dibekuk polisi di terminal Kota Pekalongan pada Rabu (24/8) sore kemarin.

READ :   Hasil Dari Pengembangan", Sat Narkoba Polres Simalungun Berhasil Ringkus Bandar Narkoba Di Kecamatan Tanah Jawa

Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H saat konferensi pers, Jumat (26/08) mengungkapkan bahwa korban dan pelaku ini kenal melalui sebuah group facebook bernama “Terawang dan Arti Mimpi.”

Dari situlah, pelaku yang mengaku sebagai guru spiritual mengatakan bahwa korban memiliki aura gelap dan memintanya untuk melakukan beberapa ritual pembersihan diri dengan cara berhubungan dengan anaknya,” ujarnya.

READ :   Oknum Pegawai Kantor UPP Kelas 111 Juana Pati, Tidak Menghiraukan Surat Somasi Serta Tidak Kooperatif

Tidak hanya itu, IM juga dipaksa untuk mengiris put*ng payudaranya untuk membuka aura gelap. Dari video yang diterima AF, kemudian digunakan untuk memeras IM, dengan mengancam akan mengunggah di media sosial,” tambah AKBP Arief.

Dalam kesempatan itu pula, AF mengatakan sudah ada tiga korban yang terkena aksinya.

AKBP Arief berharap kepada masyarakat yang menjadi korban bisa melaporkan kepada Polres Pekalongan.

READ :   Polres Banjarnegara Gelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2022, 104 Kasus Kejahatan Berhasil Diungkap

Akibat ulahnya tersebut, AF dijerat dengan pasal berlapis, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Sementara itu, untuk korban beserta anaknya masih dilakukan pendampingan, untuk pemulihan psikologinya dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Pekalongan. (afk)

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
Bagikan Artikel :
Banner IDwebhost

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner IDwebhost