Petani Naluri vs Petani Nalari: Mengubah Mindset Bertani
Lebih lanjut, Sutrisno mengajak para petani untuk mengubah pola pikir mereka dari “petani naluri” menjadi “petani nalari”.
โJangan hanya monoton bertanam atau sekadar menjalankan kebiasaan sehari-hari seperti mencari rumput, lalu pulang. Kita harus berinovasi dan berpikir lebih maju,โ tegasnya.
Menurutnya, petani naluri hanya bekerja berdasarkan kebiasaan tanpa inovasi, sedangkan petani nalari berpikir strategis, memanfaatkan teknologi, serta mengikuti perkembangan pasar untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Salah satu contohnya adalah menjadi petani milenial yang menanam tanaman hortikultura seperti cabe tampar ini.
Semangat untuk Petani Muda Indonesia
Di akhir pernyataannya, Kades Sutrisno memberikan motivasi kepada seluruh petani muda di Indonesia.
โTetap semangat, berikan yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga, dan negara tercinta,โ pungkasnya. [*]
ย
#PetaniMilenial #CabeTampar #PertanianModern #Holtikultura #PetaniSukses #Wonogiri #PertanianDigital
Eksplorasi konten lain dari Harian Solo Raya
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









