SUKOHARJO – Persaingan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, mulai memasuki babak serius. Sugino, A.Md., yang akrab disapa Gino, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Laban pada Rabu, 7 Oktober 2026, dengan membawa target ambisius meraih 70 persen suara.
Pendaftaran Sugino berlangsung di tengah dukungan massa yang cukup besar. Ia datang bersama ketua tim pemenangan dan ratusan simpatisan. Rombongan pendukung mengenakan atribut bernuansa kampanye dan membawa sejumlah perlengkapan serta poster yang menampilkan nama Sugino sebagai calon Kepala Desa Laban.
Momen tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa kontestasi Pilkades Laban mulai memanas menjelang pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember 2026. Pilkades Laban merupakan bagian dari Pilkades serentak Kabupaten Sukoharjo yang digelar di 126 desa. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah menetapkan berbagai tahapan penyelenggaraan melalui regulasi resmi, termasuk Keputusan Bupati mengenai jadwal tahapan Pilkades Serentak 2026.
Sugino Kembali Bertarung Setelah Pernah Memimpin Laban
Sugino bukan figur baru dalam pemerintahan Desa Laban.
Pria kelahiran Sukoharjo, 12 Oktober 1972, tersebut sebelumnya memiliki pengalaman panjang di pemerintahan desa. Ia pernah mengemban tugas sebagai Kepala Dusun atau Kebayan 6 selama 11 tahun sebelum kemudian dipercaya menjadi Kepala Desa Laban.
Riwayat pemerintahan Desa Laban juga mencatat nama Sugino, A.Md. sebagai kepala desa pada periode 2013–2018.
Pengalaman tersebut kini menjadi salah satu modal yang dibawa Sugino untuk kembali meminta mandat masyarakat.
Pada Rabu (7/10/2026), ia menyerahkan berkas pendaftaran kepada Panitia Pilkades Laban yang diketuai Agus Nugroho.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Sugino menyatakan optimistis menghadapi Pilkades Laban. Ia bahkan memasang target perolehan suara sebesar 70 persen.
Target tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Namun, angka 70 persen tersebut masih merupakan target politik kandidat dan bukan hasil survei ataupun hasil pemungutan suara.
“Siap memenangkan Pilkades Laban dengan 70 persen perolehan suara,” demikian pernyataan Sugino sebagaimana disampaikan dalam keterangan yang diterima redaksi.
Ratusan Simpatisan Antar Pendaftaran
Dukungan massa menjadi salah satu pemandangan yang menonjol dalam proses pendaftaran Sugino.
Rombongan pendukung disebut berasal dari berbagai elemen masyarakat. Di antaranya karang taruna, tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Dukungan tersebut juga diklaim tersebar dari Kebayanan 1 hingga Kebayanan 3.
Kehadiran massa dalam jumlah besar tentu menjadi sinyal politik yang menarik untuk dicermati. Namun, secara jurnalistik, jumlah simpatisan yang hadir dalam sebuah pendaftaran tidak otomatis dapat disamakan dengan jumlah suara yang akan diperoleh pada hari pencoblosan.
Justru tantangan terbesar Sugino adalah mengubah dukungan terbuka tersebut menjadi dukungan elektoral ketika masyarakat masuk ke bilik suara.
Dengan kata lain, ramai saat pendaftaran belum tentu sama dengan kuat saat pencoblosan.
Di titik inilah strategi kampanye, rekam jejak, visi-misi, program kerja dan tingkat kepercayaan masyarakat akan diuji.
Bawa Visi Desa Laban Maju dan Mandiri
Dalam pencalonannya kali ini, Sugino membawa visi:
“Menggali dan mengembangkan potensi desa untuk Desa Laban lebih maju dan mandiri.”
Visi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam lima misi utama.
Pertama, meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa dalam melaksanakan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel.
Kedua, memberdayakan lembaga kemasyarakatan desa agar mampu berperan lebih besar sebagai mitra strategis pemerintah desa.
Ketiga, membangun komunikasi serta meningkatkan kerja sama dengan organisasi atau kelompok sosial maupun keagamaan untuk membangun dan memajukan desa.
Keempat, meningkatkan infrastruktur dasar permukiman serta infrastruktur dasar pertanian.
Kelima, meningkatkan pemeliharaan, pemanfaatan dan pengelolaan aset desa agar lebih berdaya guna.
Program tersebut memperlihatkan bahwa Sugino tidak hanya mengandalkan pengalaman masa lalu. Ia juga mencoba menawarkan sejumlah agenda pembangunan yang menyentuh sektor pemerintahan, masyarakat, infrastruktur, pertanian dan aset desa.
Tata Kelola Pemerintahan Jadi Salah Satu Sorotan
Pada sektor pemerintahan, Sugino menawarkan penguatan aparatur desa.
Ia mencantumkan pemberian wewenang sesuai tugas pokok dan fungsi, penertiban hari serta jam kerja sesuai ketentuan, mendorong aparatur agar lebih aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan serta meningkatkan pemahaman terhadap regulasi yang berlaku.
Sementara dalam pemberdayaan lembaga kemasyarakatan desa, ia ingin mendorong lembaga-lembaga tersebut menjalankan tugas dan fungsi secara maksimal.
Lembaga kemasyarakatan juga diharapkan lebih aktif dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.
Tak berhenti di situ, kelompok masyarakat juga diarahkan menjadi penggerak swadaya dan gotong royong di wilayah masing-masing.
Infrastruktur Pertanian Masuk Agenda Utama
Sektor infrastruktur menjadi salah satu bagian penting dari program yang dibawa Sugino.
Ia memasukkan revitalisasi dan rehabilitasi jaringan usaha tani (JUT) serta revitalisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi tani (JIT).
Selain itu, rehabilitasi jalan desa dan jalan lingkungan serta pemeliharaan jalan dan bahu jalan juga menjadi bagian dari program.
Agenda tersebut menunjukkan perhatian terhadap infrastruktur yang berkaitan langsung dengan aktivitas warga, termasuk mobilitas masyarakat dan kegiatan pertanian.
Bagi desa yang memiliki aktivitas pertanian, jaringan jalan usaha tani dan irigasi memiliki posisi strategis karena berhubungan dengan akses lahan, distribusi hasil pertanian dan kelancaran kegiatan produksi.
Aset Desa dan Pengendalian Banjir Jadi Perhatian
Sugino juga memasukkan pengelolaan aset desa dalam programnya.
Sejumlah fasilitas yang disebut antara lain lapangan desa, gedung olahraga, TPS desa dan makam desa.
Ia juga menawarkan pemanfaatan tanah kas desa yang dinilai tidak produktif untuk fungsi nonpertanian, tentunya dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum dan tata kelola aset desa.
Selain itu, pemeliharaan serta perawatan fasilitas pompa pengendali banjir turut masuk dalam program.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya yang ditawarkan Sugino untuk meningkatkan pemanfaatan aset dan fasilitas desa agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Pilkades Serentak Sukoharjo Jadi Pertarungan Besar
Pilkades Laban tidak berdiri sendiri. Kontestasi ini menjadi bagian dari agenda demokrasi desa berskala besar di Kabupaten Sukoharjo.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyiapkan Pilkades serentak 2026 di 126 desa, dengan pemungutan suara dijadwalkan pada 10 Desember 2026. Pemerintah juga telah membentuk panitia tingkat kabupaten dan tim pengawas Pilkades melalui keputusan resmi.
Dalam sosialisasi Pilkades, Pemkab Sukoharjo menegaskan pentingnya integritas, kejujuran dan tanggung jawab dalam seluruh tahapan. Pemerintah juga mengingatkan agar praktik politik uang, perjudian atau botoh, hoaks serta berbagai bentuk pelanggaran tidak mencederai pesta demokrasi tingkat desa.
Karena itu, persaingan di Laban dipastikan tidak hanya menjadi pertarungan popularitas. Setiap kandidat akan diuji melalui visi, misi, rekam jejak, program dan kemampuan membangun kepercayaan masyarakat.
Bagi Sugino, target 70 persen suara menjadi tantangan sekaligus taruhan politik yang harus dibuktikan.
Ratusan simpatisan yang mengiringi pendaftaran menjadi modal awal. Pengalaman pernah menjadi kepala dusun selama bertahun-tahun dan pernah memimpin Desa Laban juga menjadi bagian dari rekam jejak yang ditawarkan kepada pemilih.
Namun, pada akhirnya, angka 70 persen bukan ditentukan oleh jumlah massa yang hadir saat pendaftaran.
Suara rakyat Laban di bilik suara pada 10 Desember 2026-lah yang akan menentukan apakah target Sugino Gino benar-benar menjadi kenyataan. (Red-CH)
Eksplorasi konten lain dari Harian Solo Raya
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










