Kekerasan dilingkungan sekolah membuat prihatin tokoh partai Demokrat
Kekerasan dilingkungan sekolah membuat prihatin tokoh partai Demokrat

Tokoh Partai Demokrat Prihatin Kekerasan Dilingkungan Sekolah Di Purworejo

Banner IDwebhost

PURWOREJO, HARIANSOLORAYA.COM – Tokoh Partai Demokrat Dapil Jawa Tengah VI Bramantyo Suwonfo,M,M.IR atau yang akrab disapa Mas Bram akhirnya ikut angkat bicara terkait beredarnya video aksi pemukulan 3 orang siswa laki-laki kepada temannya seorang siswi di SMP Swasta Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah yang terjadi pada Hari Rabu 12 Februari 2020.

Menurutnya sangat disayangkan dan disesalkan bila merujuk pada berita-berita sebelumnya, isu kekerasan di Sekolah bukanlah yang pertama terjadi di dunia pendidikan kita saat ini.

Kekerasan di lingkungan sekolah sudah beberapa kali terjadi. Tindakan kekerasan sesama siswa, kekerasan siswa kepada guru, kekerasan guru kepada murid, orang tua kepada guru masih mewarnai dunia pendidikan Indonesia akhir-akhir ini.

Tentunya ini perlu menjadi big questions (pertanyaan besar), kenapa dunia pendidikan kita kok menjadi brutal seperti ini.kata Bramantyo Suwondo saat dihubungi melalui WhatsApp pada Hari Jumat tanggal 14/02/2020.

“Apa kabar Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dan Implementasi Perpres No.87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang dicanangkan Presiden,”ucapnya.

Dikarenakan kasus kekerasan di lingkungan sekolah ini sudah seringkali terjadi, politikus Partai Demokrat ini berharap kepada Pemerintah,khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk memberikan perhatian serius isu kekerasan di lingkungan sekolah.

Harapanya kedepan jangan sampai kejadian kekerasan di sekolah terus meningkat, terulang lagi dan lagi di masa-masa mendatang. Bersamaan dengan fokus pembangunan sarana prasarana pendidikan, pembenahan perekrutan dan peningkatan kompetensi guru, sudah saatnya Kemendikbud mulai memperhatikan serius isu kekerasan di lingkungan sekolah.

Untuk sekolah dan Kemendikbud RI, perlu dipasang alat perekam (CCTV) di lingkungan sekolah, baik di dalam kelas maupun di area lingkungan sekolah lainnya. Diharapkan dengan adanya CCTV ini, bisa menjadi preventif upaya mencegah maksud-maksud jahat karena takut terekam tindakannya. Selain itu, pihak sekolah bisa mengetahui dan memantau sekiranya ada hal-hal yang mencurigakan di area sekolahnya.imbuhnya.

“Perpres No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Pemerintah dan Kementerian terkait harus betul-betul serius menjadikan karakter yang baik sebagai tujuan utama sekolah, tujuan utama tenaga pendidik, tujuan bersama stakeholder pendidikan. Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang telah dicanangkan Presiden Jokowi harus benar-benar digalakkan, salah satunya di sekolah. Jangan sampai hanya menjadi jargon semata,”pungkasnya.

Kepada semuanya para orang tua, pihak sekolah, para pendidik dan pemerintah supaya lebih peduli terhadap kondisi peserta didik bukan hanya mencetak siswa yang pandai secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, tidak beringas dan memiliki rasa saling menyayangi kepada sesama manusia dan lingkungan disekitarnya.(Agus.S)

1
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tokoh Partai Demokrat Prihatin Kekerasan Dilingkungan Sekolah Di Purworejo"