oleh

Terkait HGU PT. Sri Rahayu Agung,HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Surati Dinas Terkait Sumut

HarianSoloRaya.COM, Medan – Sesuai nomor:A.30/LBH HKTI/IV/2021 Surat yang di layangkan ke pada Badan Pertanahan Kabupaten Serdang Bedagai tertanggal 14 April 2021.Prihal realisasi penyerahan tanah adat kepada para petani Desa Kotarih Baru.Yang saat ini di kuasai oleh PT./ Sri Rahayu Agung (SRA) yang HGU nya telah berakhir sejak 31 Desember 2013.Sudah 9 tahun berakhir HGU PT. Sri Rahayu Agung namun BPN Kabupaten Serdang Bedagai diam dan tutup mata.(17/5/2021)

Dan saat kunjungan team Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada hari Jumat 14 Maret 2021 ke kantor Badan Pertanahan Negara Kabupatèn Serdang Bedagai di sambut oleh Kasi Sengketa Sabirin. Dan pembicaraan mengenai HGU PT. Sri Rahayu Agung tetap menjadi pokok bahasan utama.

Agus Syahputra dari team AWPI selaku penerima kuasa dari kelompok Tani desa Bahisam Kecamatan Kotarih saat di konfirmasi menyampaikan “Kami selaku penerima kuasa dari kelompok tani akan terus bergerak, karena HGU PT Sri Rahayu agung memang sudah tidak memiliki hak atas lahannya tersebut.Bahkan kami sudah cek keberadaan lahan PT. Sri Rahayu Agung yang berada di Kotarih Kecamatan Kotarih tersebut sudah tidak lagi terdaftar. Lahan 2092.92 hektar adalah milik rakyat sesuai surat-surat dan berkas yang kami miliki” pungkasnya.

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan bersama kelompok tani Kecamatan Kotarih yang dikuasakan ke Agus Syahputra akan terus berupaya agar lahan PT. Sri Rahayu Agung yang tidak memiliki keabsahan legalitas atas lahan tersebut akan di kembalikan ke negara dan di serahkan ke masyarakat. (Wahyu)

1
SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terkini