Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Sidang Kasus Pemerasan Oleh Wartawan Di Grobogan Terhadap CV.Riyutomo Sampai Pledoi,”Terdakwa Meminta Agar Di Bebaskan

HARIANSOLORAYA.COM, GROBOGAN || Sidang dugaan kasus pemerasan CV. Riyutomo, Suwarno yang bekerja sebagai wartawan Harian Siber com pada waktu itu sebelum terjadi permasalahan terhadap dirinya meminta kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Grobogan, Jawa Tengah untuk memutus kasusnya dengan adil. Hal ini disampaikan Ekana L. Wibowo, SH dalam pembacaan pledoi alias nota pembelaan, Selasa- (30/05/2023).

Suwarno menuturkan bahwa berdasarkan jalannya persidangan, sebanyak 11 saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum menyebutkan bahwa dirinya tidak terlibat pemerasan untuk melakukan pengancaman terhadap pihak CV. Riyutomo maupun pengelola Bumdes desa Penganten kecamatan Klambu.

Semuanya sudah jelas dari keterangan para saksi yang dihadirkan, tak ada pemerasan, tak ada pengancaman dan tak ada penekanan dari saya. Jika keadilan sudah terbuka lebar, mengapa saya dituntut bertanggung jawab atas perbuatan yang tidak saya lakukan?” ungkap Suwarno sambil meneteskan air mata saat dibacakan pledoinya secara daring.

READ :   BUMDes Berjo Carut Marut, Plt Kades Tidak Paham LPJ

Jika melihat fakta persidangan tidak ada satu saksi pun yang mengatakan bahwa saya terlibat dalam perbuatan tersebut, lalu di mana letak kesalahan saya?” ungkapnya

Atas dasar itu, Suwarno meminta kepada hakim agar membebaskan dirinya dari segala macam tuduhan, dakwaan dan tuntutan.

Demi Allah, saya tidak menyimpan niat lain, kecuali hanya ingin meminta keadilan bahwa saya tidak pernah melakukan perbuatan yang didakwakan kepada saya oleh Jaksa Penuntut Umum,” katanya.

READ :   Polres Blora Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Narkoba

Terdakwa (Suwarno) juga kembali menceritakan mengenai awal pengrebekan dirinya di stars Cafe oleh petugas satreskrim Polres Grobogan menjelang sore hari, yang kemudian dibawa ke Mapolres dan diumumkan melalui Pres confren sebagai peristiwa operasi tangkap tangan (OTT).

Dalam pledoi yang dibacakan oleh Elkana Penasehat Hukum terdakwa, bahwa pelanggaran kode etik tidak serta merta dimintai pertanggung jawaban pidana, karena sejak proses penangkapan terdakwa ini sudah ada dugaan rekayasa entah kenapa.

READ :   Polres Magelang Sita Belasan Ribu Butir Obat Berbahaya Mengandung Narkoba

Atas dasar uraian tersebut diatas, selaku penasehat hukum terdakwa mohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia agar dapat memberikan rasa keadilan kepada terdakwa, dan apabila Majelis Hakim Yang Mulia berpendapat lain mohon keputusan yang seadil-adilnya,” Pungkas Elkana

( Sutarso )

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
Bagikan Artikel :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *