oleh

Polri Sebut Jalur Tikus di Perbatasan Rawan Jadi Pintu Masuk Sindikat Narkoba Internasional

Harian Solo Raya, Jakarta | Polri gagalkan peredaran 1,129 ton Sabu yang diduga berasal dari jaringan Timur Tengah. Kondisi geografis Indonesia disebut-sebut kerap dimanfaatkan sindikat narkoba. Jalur tikus yang tidak terjaga dinilai menjadi peluang bagi penyelundup untuk memasukkan narkoba ke Indonesia.

“Mereka ini biasanya memanfaatkan jalur- jalur yang tidak resmi. Ini yang perlu kita antisipasi bersama, bagaimana jalur-jalur masuk ke wilayah Republik Indonesia bisa diamankan dengan sebaik-baiknya. Tentunya ini perlu kebersamaan dari seluruh instansi terkait,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Kabiropenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/6/2021).

Ia menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polri memberantas peredaran narkotika di Tanah Air.

“Polri bekerjasama dengan instansi lainya akan terus berupaya memerangi peredaran narkoba di Indonesia,” tegas dia.

Sebelumnya diketahui, tim gabungan Polda Metro Jaya mengungkap kasus narkotika jenis sabu seberat 1,129 ton dari empat lokasi berbeda. Sabu diduga berasal dari jaringan Timur Tengah.
Dari hasil pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan tujuh tersangka yakni NR, HA, HS, NB, EK dan CSN, OCN (WN Nigeria).

Di lokasi pertama di Gunung Sindur, pihak kepolisian mengamankan barang bukti 393 kilogram sabu.
Sedangkan di lokasi kedua di Margahayu, Bekasi Timur, petugas menyita narkotika jenis sabu seberat 511 kilogram.
Di lokasi ketiga di Jakarta Timur, petugas mengamankan barang bukti 50 kilogram sabu.
Kemudian, di Cempaka Putih Jakarta Pusat, petugas menyita barang bukti sabu seberat 175 kilogram.

Akibat perbuatanya, para tersangka dipersangkakan Pasal 114 ayat 2, Pasal 115 ayat 2, Pasal 112 ayat 2, Pasal 113 ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

(!Wahyu )

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar