Polda Sulsel Akan Tindak Tegas Penyebar “HOAX” Terkait Rumah Sakit Sebagai Lahan Bisnis Dan Oknum Pengambil Paksa Jenazah Terduga PDP COVID-19

banner 468x60

POLDA SULSEL–HARIANSOLORAYA.COM–Kabid Humas Polda Sulsel KOMBES POL. Ibrahim Tompo Mengatakan, “Bahwa, beberapa hari terakhir marak kejadian pengambilan paksa jenazah yang dilakukan para pihak keluarga, Dengan alasan, menolak penanganan jenazah yang menerapkan protokol Covid-19. Selain itu, marak pula berita, “bahwa rumah sakit menjadikan lahan bisnis virus Corona Covid-19 yang banyak beredar di media sosial.

Informasi tersebut, terkait tim medis dengan modus ‘memvonis’ pasien Covid-19 Hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulsel menegaskan, “bahwa akan menindak tegas warga yang masih nekad mengambil paksa Mayat yang tervonis Covid-19, yang dilakukan para pihak keluarga, disebapkan menolak penanganan jenazah yang sudah diterapkan protokol Covid-19.

“Kami, “warning” yang mengambil paksa mayat PDP di rumah sakit, sebap itu sudah merupakan pidana dan akan kita proses,”tegas KabidHumas Polda Sulsel.

KOMBES. Ibrahim Tompo Juga Menegaskan, Polda Sulsel akan menindak tegas para pelaku yang mencoba meresahkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Termasuk pelaku penyebaran berita (HOAX) alias bohong, Tentang rumah sakit yang menjadikan virus corona Covid-19 sebagai lahan bisnis, termasuk bagi yang mempropokasi penolakan Rapid Test.

Pihaknya pun akan terus melakukan patroli di dunia maya dan terus mengejar para pelaku tersebut guna memprosesnya secara hukum.

Perlu Diketahui, apa yang dilakukan oleh pemerintah hanya untuk kepentingan masyarakat umum, sedangkan opini tentang bisnis Covid 19, provokasi tidak mau rapid test, itu merupakan “opini” yang dibangun guna memperkeruh suasana.

Saya Himbau,”agar masyarakat jangan terpengaruh dengan issu tersebut, karena akan menyesatkan dan merugikan bagi masyarakat banyak,”jelas Kabid Humas.

Hariadi talli

Banner IDwebhost banner 468x60
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Polda Sulsel Akan Tindak Tegas Penyebar “HOAX” Terkait Rumah Sakit Sebagai Lahan Bisnis Dan Oknum Pengambil Paksa Jenazah Terduga PDP COVID-19"