oleh

Perilaku pemerintahan yang baik dalam pandangan filsafat

Harian Solo Raya | Pemerintahan merupakan sebuah organisasi negara yang menjalankan segala bentuk tugas pengabdian kepada masyarakat untuk mencapai tujuan negara yaitu kesejahteraan dan kejayaan masyarakat dan negara. Di dalam sebuah organisasi pemerintahan kita akan menemukan beberapa bagian cabang yang dibagi menjadi beberapa bagian dalam rangka meringankan dan menjaga kestabilan masing-masing cabang tersebut.

 

Di dalam politik kita mengenal yang Namanya kekuasaan, di mana kekuasaan ini di pegang oleh tiga badan yang berbeda guna menghindari monopoli dan ketamakan individu apabila diberikan pada satu kelompok. Tiga badan yang memegang kekuasaan tersebut adalah eksekutif, legislative dan yudikatif. Masing-masing badan pemerintahan ini memiliki tugas masing-masing dengan kekuasaan yang diberikan.

 

Contoh : Anggota legislatif yang mencakup DPR yang bertugas dalam pembuatan undang-undang.

 

Kekuasaan yang diberikan rakyat kepada pemerintah negara tentunya diharapkan dapat memberikan mereka kesejahteraan, keteraturan dan persatuan. Namun kekuasaan ini terkadang di salah gunakan oleh beberapa oknum dan elit negara untuk kepentingan pribadi yang tidak memperhatikan rakyatnya.

 

Dalam filsafat ada kajian tentang filsafat pemerintahan yang menganalisis jalannya pemerintahan dari sudut pandang filsafat. Moral menjadi acuan terpenting yang harus dimiliki oleh setiap oknum pemerintah. Karena pada hakikatnya pemerintah adalah pelayan masyarakat, dimana mereka harus memenuhi setiap kebutuhan dan kepentingan rakyatnya, sehingga moral menjadi tolak ukur bagi pantas atau tidaknya seseorang berada dalam pemerintah negara.

 

Didalam filsafat penggunaan kata “baik” dan kata “benar” adalah dua hal yang berbeda. Dalam filsafat kita dapat mecontohkan hal tersebut seperti “ada perbuatan yang benar tetapi tidak baik” sebaliknya “perbuatan yang tidak benar namun namun baik”.

 

Contoh : Aparatur pemerintah yang menggusur para pedagang kaki lima untuk keindahan kota tanpa memberikan solusi bagi para pedagang untuk pekerjaan mereka. Dalam hal ini dari segi perbuatan, aparatur pemerintahan sudah benar namun dari segi moral ini adalah perbuatan yang tidak baik, dimana seharusnya pemerintah memberikan solusi untuk para pedagang jalanan sehingga mereka tidak kehilangan mata pencaharian seperti menyediakan lapak tempat mereka dapat berdagang tanpa menghambat aktivitas di jalanan.

 

Berjalannya pemerintahan negara yang sesuai visi dan misi negara adalah dengan kontribusi para aparatur negara dalam menjalankan tugas mereka dengan sebenar-benarnya dan tidak melenceng dari apa yang sudah di amanahkan kepada mereka. Namun saat ini yang terlihat adalah banyaknya muncul berbagai permasalahan yang timbul dari keputusan dan kebijakan yang diambil para aparatur pemerintahan yang mendapat kontra yang sangat besar dari masyarakat. Hal ini terjadi karena banyaknya ketidak sesuaian sikap dan perilaku yang mencerminkan para aparatur negara dengan yang terlihat di lapangan. Dimana masih banyak kita temui para pejabat negara yang tidak menerapkan sikap seorang elit negara.

 

Banyaknya timbul pertanyaan tentang bagaimana cara yang dapat kita lakukan untuk perbaikan system pemerintahan di negara ini agar tidak ada lagi KKN, diskriminasi terhadap rakyat kecil di depan hukum, dan permasalahan yang sudah negara ini lalui. Cara tepat untuk menyelesaikan hal ini adalah dengan mengganti para pejabat negara dengan orang-orang yang benar-benar paham akan pemerintahan, tidak hanya ilmu tentang pemerintahan namun juga etika dan filsafat, karena orang berfilsafat merupakan orang yang mencintai kebijaksanaan.

 

Namun kita tentu sadar bahwa hal tersebut sangat amat mustahil terjadi, persentase untuk melakukan perubahan ini tentu sangat sedikit karena kita sebagai rakyat tidak dapat berbuat apa-apa di hadapan elit negara yang memiliki kekuasaan yang pada dasarnya kekuasaan itu mereka dapat dari rakyat. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan para penerus bangsa yang memiliki pemikiran filsafat yang baik untuk dapat masuk ke dalam pemerintahan dan mulai memperaiki setiap organ yang rusak dalam sistem pemerintahan kita saat ini. (Red)

 

 

 

Penulis : Mutiara Maysari

Mahasiswi Ilmu Pemerintahan FISIP, USK

 

1
SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terkini