Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
DAERAH  

Menyongsong Muktamar Muhammadiyah Talk Show Mata Najwa

HARIANSOLORAYA.COM, KARANGANYAR || Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Andri Army Yudha Ardhitama, S.I.P. mendampingi Danrem 074/ Warastratama Kolonel Inf Anan Nurakhman, S.I.P., menghadiri Muktamar Muhammadiyah Talk Show Mata Najwa di Gedung Editorium Kh. Ahmad Dahlan UMS Jln Adi Sumarmo No : 33 Surakarta, Kamis 10 November 2022.

Acara dipandu secara langsung oleh Najwa Shihab, acara ini menghadirkan beberapa narasumber hebat, diantaranya: Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah Rahmawati Husein, dan Founder Drone Emprit Ismail Fahmi.

READ :   Peringati HUT ke-21 Ducati Club di Black Stone Garage

Selain diisi oleh para narasumber, ada juga penampilan yang akan dibawakan oleh Yusril Fahriza (Kader Muda Muhammadiyah, Komika & Aktor) dan Putra Maestro Ebiet G. Ade, serta Aderaprabu Lantip Trengginas (Musisi).

Zulfa Mustofa menyampaikan banyak orang menganggap bahwa jamaah Nahdlatul Ulama dan pengikut Muhammadiyah itu selalu tidak rukun dan tidak kompak, padahal realitanya di masyarakat NU dan Muhammadiyah dalam menjaga solidaritas keislaman sangat kompak dan saling merawat ke-Bhinekaan.

Advertisement
READ :   Warga Kp. Peusar Kelurahan Binong Antusias Memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke- 77

NU dan Muhammadiyah merupakan dua organisasi kemasyarakatan, sosial, budaya dan keagamaan yang konsen dalam dakwah, sehingga memiliki kesamaan dalam membangun Indonesia,”ujarnya.

Abdul Mu’ti juga menyampaikan Muhammadiyah dan NU mampu menjaga kerukunan, yaitu kesadaran dalam menjaga keutuhan Bangsa Indonesia. Muhammadiyah dan NU rukun, karena memiliki kesamaan kepentingan. Kita punya kepentingan yang sama untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia.

READ :   Tradisi Keceran di Kp Cijengir Saat Bulan Maulid Nabi Saw Terus Di Lestarikan

Yang membuat Muhammadiyah dan NU semakin rukun. Pertama, kita memiliki kesadaran atas nilai yang sama. Kedua, bersedia mengadopsi nilai yang diperlukan agar kita dapat hidup berdampingan dengan damai, Nilai toleransi dan kebangsaan adalah bentuk adopsi yang kita lakukan,”terangnya.(CH86)

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
Bagikan Artikel :
Banner IDwebhost

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner IDwebhost