LAPAAN RI Desak KeJari Sukoharjo Usut Siapapun Yang Terlibat “SERTIFIKAT GANDA”
LAPAAN RI Desak KeJari Sukoharjo Usut Siapapun Yang Terlibat “SERTIFIKAT GANDA”

LAPAAN RI Desak KeJari Sukoharjo Usut Siapapun Yang Terlibat “SERTIFIKAT GANDA”

Banner IDwebhost

 

Sukoharjo, HarianSoloRaya – Bertempat di Kejaksaan Negeri Sukoharjo (29/01/2020) Ketua LSM LAPAAN RI BRM Kusuma Putra,SH.MH, melaporkan adanya dugaan sertifikat double/ganda melalui program PTSL ( Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap) pada tahun 2019 di Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo yang dibiayai sebesar Rp.240rb/bidang atau per sertifikat yang diambil dari anggaran APBN yang masuk ke DIPA kementrian Agraria.

“Terkait hal tersebut saya telah menemukan 21 sertifikat ganda, kami melakukan pelaporan ke Kejari yang di terima oleh Kasi Intel Kejaksaan, Yohanes Kardinto. SH, “jelas Kusumo.

Dikatakan Kusumo, dugaan sertifikat ganda tersebut pada program PTSL tahun 2019 di Desa Mojorejo, Bendosari, Sukoharjo telah terjadi tindak pidana korupsi, penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan dokumen/manipulasi data, dengan dasar itulah LAPAAN RI mendesak pihak kejaksaan untuk menindaklanjuti kasus temuan dugaan tidak pidana korupsi, dugaan manipulasi data agar diproses secara hukum seluruh oknum pejabat dan pihak-pihak yang terlibat.

 “Sanksi hukum No. 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah di ubah dengan UU No. 20 tahun 2001, pada pasal 12 huruf e, “jelasnya.

Kusumo Berharap minimal program ini program presiden yang masuk melaui DIPA, siapa yang masuk dalam perkara ini sebagai pembelajaran.

Adapun berkas yang diserahkan ke Kejaksaan Negeri Sukoharjo sudah diterima dan sedang dipelajari kejaksaan sedangkan untuk hasil pemeriksaan masih menunggu.Kusumo juga menemukan kejanggalan-kejanggalan di desa-desa lain se Kabupaten Sukoharjo.  (Surya)

1
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "LAPAAN RI Desak KeJari Sukoharjo Usut Siapapun Yang Terlibat “SERTIFIKAT GANDA”"