Kadinkes Menegaskan, Selama 1 Pekan Ke Depan Pita Hitam Akan Digunakan Kepada Seluruh Tenaga Di Bondowoso

Banner IDwebhost

BONDOWOSO – Harian SoloRaya.com–Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, bahwa korban wabah Penyakit Corona atau Covid-19 yang sempat viral di media sosial lantaran jenazah Nuria Kurniasih perawat terbaik di RSUP dr. Kariadi Semarang yang gugur terkena virus covid-19 ditolak oleh oknum RT setempat untuk dikebumikan di daerah dimana ia tinggal, sehingga suaminya sendiri memakamkannya di RSUP dr. Kariadi Semarang yang dibantu oleh pegawai RS.

Pasalnya, Stikma Negatif di Masyarakat akan Covid-19 masih sangat minim, maka dari itu Pemerintah selalu menghimbau agar selalu mendapatkan informasi dari satu pintu yaitu Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 atau Posko Pencegahan Corona dari Dinas Kesehatan setempat, yang telah di bentuk setiap Kabupaten.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso akan memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas wafatnya teman sejawat saudara Nuria Kurniasih, salah satu perawat terbaik di RSUP dr. Kariadi Semarang dan juga Nakes seluruh Indonesia yang juga sudah gugur menjadi garda terdepan melawan pandemik Covid-19.

Melihat kejadian tersebut Kepala Dinas Kabupaten Bondowoso dr. Muhammad Imron mengungkapkan kekecewaan dan menyayangkan akan kejadian tersebut.

“Harusnya Oknum tersebut ikut mengawal pemakaman jenazah almarhumah, karena Pemerintah sudah menyiapkan tata cara pemakaman korban Covid-19 sesuai SOP yang ada”, ujarnya pada awak media saat dikonfirmasi. Sabtu, 11/4/2020.

dr. Imron juga menyampaikan, bahwa pihaknya akan mendedikasikan kepada pahlawan kemanusiaan para Dokter, Perawat dan Nakes lain yang telah gugur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terinfeksi corona.

Selain itu, Kadinkes Juga akan mengintruksikan kepada seluruh Tenaga Kesehatan di Bondowoso untuk menggunakan “PITA HITAM” demi mengenang para Pahalawan Kemanusiaan yang telah gugur dalam melawan Covid-19.

“Sebagai wujud kepedulian dan rasa penyesalan yang mendalam terhadap saudara kita yang meninggal dalam menjalankan tugas kemanusiaan di beberapa daerah baik Dokter, Perawat dan tenaga kesehatan lainnya lebih lebih terhadap kejadian penolakan pemakaman saudara kita sesama tenaga kesehatan di Semarang. Maka kami mohon mulai hari Senin 13 April – Sabtu 18 April 2020 untuk memakai PITA HITAM di lengan atas sebagai ungkapan rasa duka cita kita semua”. Tambah Kadinkes dr. Muhammad Imron.

Kadinkes juga menegaskan, bahwa selama 1 Pekan ke depan Pita Hitam akan digunakan kepada Seluruh tenaga kesehatan di Bondowoso sesuai dengan intruksi Kadinkes Bondowoso, melingkupi RSU. Bondowoso, RS. Bhayangkara, RS. Mitra Medika, Puskesmas Se Kab. Bondowoso, UPT. Labkesda, IFK dan seluruh staf Dinkes. (Nusul)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kadinkes Menegaskan, Selama 1 Pekan Ke Depan Pita Hitam Akan Digunakan Kepada Seluruh Tenaga Di Bondowoso"