Demi Atasi Kelangkaan, Pupuk Bersubsidi Siap Disalurkan

Banner IDwebhost

HarianSoloRaya, Jakarta – PT Pupuk Indonesia bakal segera menyalurkan pupuk subsidi kepada masyarakat menyusul adanya penambahan alokasi subsidi dari pemerintah senilai Rp3,1 triliun atau setara satu juta ton pupuk beberapa hari lalu.

“Kami sedang berkoordinasi dengan dinas pertanian daerah dan siap segera menyalurkan tambahan alokasi tersebut,” ujar Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Achmad Bakir dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, Kamis (1/10/2020).

Kesiapan penyaluran pupuk bersidi disampaikan Bakir menyikapi pernyataan Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima terkait kelangkaan pupuk belakangan ini.

“Kelangkaan-kelangkaan pupuk di lapangan akhir-akhir ini memang muncul dan tentunya mempengaruhi kualitas penanaman yang saat ini petani masuk ke musim tanam,” jelas politisi PDIP dari Dapil Jawa Tengah itu.

Bakir berharap penyaluran subsidi pupuk bisa memenuhi kebutuhan petani jelang memasuki musim tanam Oktober 2020-Maret 2021.

Masih 28 Persen

Usai ada tambahan subsidi dari pemerintah, Bakir menyatakan total pupuk bersubsidi menjadi 8,9 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5,9 juta ton atau setara 72 persen sudah disalurkan kepada petani per Agustus 2020.

“Jadi, masih ada 28 persen yang belum disalurkan,” tukas Bakir.

Berdasarkan paparan Bakir, pupuk bersubsidi yang masih tersedia di gudang PT Pupuk Indonesia sebanyak 2,9 juta ton.

Rinciannya, pupuk urea sebanyak 1,33 juta ton atau 33 persen dari total subsidi sebanyak 4,02 juta ton, SP-36 200 ribu ton atau 33 persen dari 600 ribu ton, ZA 310,66 ribu ton atau 36 persen dari 850 ribu ton.

Lalu NPK 281,21 ribu ton atau 10 persen dari 2,70 juta ton dan pupuk organik sebanyak 334,03 ribu ton atau 46 persen dari total subsidi sebanyak 720 ribu ton.

Bisa Langka

Lebih jauh Bakir memperkirakan ketersediaan stok pupuk bersubsidi sebanyak 2,9 juta ton bisa mencukupi kebutuhan petani hingga akhir 2020. Namun jumlah itu hanya untuk petani yang terdaftar dalam sistem rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

“Kalau terhadap RDKK, itu (2,9 juta ton) cukup,” tukas Bakir.

Kendati begitu, Bakir menduga ketersediaan stok pupuk tersebut bisa menimbulkan masalah bagi petani  yang tidak punya RDKK yang berdampak pada mencuatnya isu kelangkaan pupuk. Terlebih, jumlah petani mengalami peningkatan pasca merebaknya pandemi Covid-19.

“Petani yang tidak mempunyai RDKK, tentunya tidak kebagian subsidi pupuk,” jelas Bakir.

Sebenarnya, PT Pupuk Indonesia telah menyiapkan pupuk komersial jelang musim tanam nanti. Namun Bakir ragu petani mampu membeli pupuk komersial dengan disparitas harga yang lebih tinggi di tengah daya beli masyarakat yang turun.

 “(Di tengah) daya beli masyarakat menurun, memang membutuhkan jumlah subsidi yang lebih banyak karena kalau hanya berdasarkan alokasi, ya jumlahnya terbatas,” pungkas Bakir. (Red)

1
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Demi Atasi Kelangkaan, Pupuk Bersubsidi Siap Disalurkan"