Anak Jadi Korban kekerasan dan Kebiadaban Ayah Tiri di Wonogiri

Banner IDwebhost

“Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah)

Wonogiri, HarianSoloRaya  Yasir ayah yang tega menganiaya anak tirinya, Agustin Putri Pratama (8) hingga terluka di Dusun Suci, Desa Suci, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

Hasil Pemeriksaan dokter yang juga  Kepala Puskesmas 2 Pracimantoro, Dr . Setyowati Prawirohardjo yang dibantu bidan Desa Suci Nurkomariyah sebagai berikut, kepala kiri atas hematoma, dada, pelipis kanan bawah mata lebam, panggul kiri, paha kiri  dan kaki kiri.

Awal mula kejadian Hari Sabtu, Agustin Putri Pratama yang biasa di panggil Putri dijemput sama ibu kandung Wirawati di ajak ke Solo ke rumah ayah tiri. Sampai di Solo Putri di ajak beli ciu dengan ayah tirinya tetapi karena Putri menolak saat itu dipukul dan di tampar bagian wajah. Pada Minggu siang muntah-muntah dan tidak pusing. Tetangga yang melihat kejadian itupun bereaksi mengamankan Putri untuk menjaga keselamatan dan menelpon Wagiyem, simbahnya (neneknya-Red) yang ada di Dusun Suci, Desa Suci Kec Pracimantoro. Saat itu juga nenek dan saudaranya menjemput Putri di Solo sedangkan pelaku ayah tiri melarikan diri. Untuk tempat kejadian di wilayah Solo.

Tampak hadir dalam investigasi tersebut, Kepala Puskesmas 2 Pracimantoro Dr.Setyowati Prawirohardjo, Kepala Desa Suci Wawan Manfaato .S.Sos, PLKB Marimin, Babinsa Koramil 13/Pracimantoro Serda Samsu Ashar, Bidan Desa Suci Nurkomariyah, Kadus Suci Untung Winarso dan tokoh masyarakat Giyatno.

Ditempat terpisah Dhanang Sasongko Sekjen Perlindungan Anak Indonesia setelah awak media hubungi melalui Whatshappnya membenarkan kejadian dan menuntut agar pelaku (ayah tiri) di hukum sesuai hukum yang berlaku. Tersangka dijerat pasal tentang penganiayaan dan UU Perlindungan Anak No 23 Tahun 2003 sesuai Pasal 82.

“Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).

Sementara itu Dhanang menugaskan perwakilan Komnas Perlindungan Anak Indonesia Solo Raya Catur Haryanto untuk mengawal kasus ini sampai tuntas   (Red).

 

 

1
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Anak Jadi Korban kekerasan dan Kebiadaban Ayah Tiri di Wonogiri"