Warga Sragen Rela Antre Sejak Subuh, Demi Blangko KTP

Banner IDwebhost

Sragen, HarianSoloRaya  –  Antrean yang cukup panjang dan sempat mengular terjadi di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), pada Senin (4/11). Antrean itu karena mereka ingin mendapatkan blangko KTP. Dimana hari itu Dispendukcapil memperoleh pasokan 500 keping blangko dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Karena blangko banyaknya para pemohon hingga mencapai ribuan, sementara blangko yang ada terbatas, membuat banyak masyarakat yang kecewa.

Ardi warga Sragen Tengah mengaku kecewa tidak bisa mendapatkan KTP yang baru. Pasalnya, saat dia datang sekitar pukul 07.30 WIB, kantor Dispendukcapil sudah dipenuhi para pemohon KTP seperti dirinya. Ternyata ada yang datang sudah sejak subuh, agar mendapatkan kuota untuk KTP tersebut.

“Yang datang banyak sekali, sementara blangko KTP katanya hanya ada 500 keping, jadi saya pulang saja menunggu kalau sudah ada pasokan lagi,” katanya.

Dia berharap agar pemerintah pusat segera mencetak blangko KTP yang banyak dan mengirimkannya ke daerah-daerah, sehingga mereka yang saat ini memegang Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti KTP, segera bisa mendapatkan KTP elektronik.

Sekretaris Dispendukcapil Wahana Wijayanto mengatakan, pada Senin (4/11) pihaknya memang mendapat pasokan 500 blangko KTP dari Jakarta. Blangko itu langsung dipergunakan untuk mencetak KTP para pemohon yang sudah antre sejak pagi hari. “Kami mendapatkan pasokan 500 keping khusus untuk pelayanan KTP. Karena jumlahnya terbatas, memang banyak yang tidak kebagian,” kata Wawied, panggilan akrabnya, Senin (4/11).

Pasokan 500 keping blangko itu selisihnya hampir satu setengah bulan dari pasokan sebelumnya yang jumlahnya juga hanya 500 keping.

Wawied mengungkapkan, karena pasokan jumlahnya terbatas dan waktunya lama, hal ini membuat jumlah pemohon yang statusnya sudah melakukan perekaman dan siap cetak atau Print Ready Record (PRR) mencapai lebih dari 36 ribu. Untuk mereka yang PRR saat ini diberi Suket, sebagai pengganti KTP.

“Setiap hari, ada sekitar 300 orang yang memohon atau mengurus KTP di Dispendukcapil. Baik itu yang perubahan status, pindah alamat atau wajib KTP baru,” tandasnya.

Terkait blangko KTP, hal itu memang menjadi kewenangan pemerintah pusat, sehingga daerah seperti Kabupaten Sragen tidak bisa berbuat banyak. Yang jelas, Dispendukcapil sudah berkoordinasi, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bila awal tahun nanti akan dilakukan cetak massal. Sehingga mereka yang saat ini masih memegang Suket, bisa segera mendapatkan KTP elektronik. “Awal tahun kami akan cetak massal dan nanti bakal didukung pusat dan provinsi, kami sudah berkoordinasi,” tegasnya. (Red)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Warga Sragen Rela Antre Sejak Subuh, Demi Blangko KTP"