Wanita asal Banyuwangi Tipu Belasan Warga Sukoharjo

Banner IDwebhost

Hariansoloraya.Com, Sukoharjo – V (42), wanita asal Banyuwangi, Jawa Timur, diamankan Sat Reskrim Polres Sukoharjo.

Menurut Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Gede Yoga Sanjaya, V diamankan setelah tak menghadiri panggilan keduanya.

Saat datang, dia tidak didampingi kuasa hukumnya.

Sebelumnya, V sempat mangkir, saat dipanggil Satreskrim Polres Sukoharjo beberapa waktu lalu.

“Dia pada panggilan ke-2 hadir, lalu kita periksa sebagai saksi,” katanya saat ditemui HarianSoloRaya.com di kantornya, Jumat (4/10/2019).

Sebelumnya, V dilaporkan koordinator travelnya berinisial YSS warga Grogol pada April 2019 lalu.

YSS melaporkan V karena gagal memberangkatkan 18 orang yang sudah membayar lunas untuk tour ke Jepang melalui agen travel travel Smart Tour and Trip Organizer milik V.

“Saat kita melakukan pemeriksaan, dia mengakui adanya paket tour ke Jepang senilai Rp 10 juta per orang.”

“Namun itu hanya kedoknya dia untuk mendapatkan uang, yang dia gunakan untuk menutup utangnya,” jelasnya.

Kasat Reskrim menjelaskan, setelah V melalui serangkaian pemeriksaan, dia akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

AKP Gede Yoga menambahkan, hingga saat ini laporan terhadap V baru dari YSS, belum ada laporan lainnya.

“Sementara laporan baru dari Pokres Sukoharjo, untuk laporan dari Jawa Timur saya belum mengetahui,” jelasnya.

Terpisah, pengacara YSS, Aditya menambahkan V dilaporlan dengan dugaan tindak penipuan jo penggelapan, sebagaimana dalam Pasal 378 jo 372 KUHP.

Dia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi kedepannya.

Dan semoga dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

“Bagi masyarakat yang menjadi korban V, dan belum melapor, saya harap mereka segera melapor ke pihak kepolisian,” pungkasnya.

Arisan Online

Sebelumnya, kasus penipuan berkedok arisan online juga terjadi di Sukoharjo.

Arisan online fiktif yang dimotori TR (29), warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, disangkakan pihak kepolisian pasal Penipuan dan penggelapan.

TR yang merupakan tersangka disangkakan melanggar pasal 378 atau pasal 373 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi saat konfrensi pers di Mapolres Sukoharjo, Senin (2/9/2019).

Sebelumnya, pihak kepolisian masih mempertimbangkan untuk menjerat TR dengan pasal penipuan atau pelanggaran ITE.

Hal ini mengingat arisan online fiktif yang dijalankan TR menggunakan media sosial via whatapp.

Saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami kasus arisan online fiktif, mengingat pelapor di Polres Sukoharjo baru satu orang.

Sementara menurut pengakuan TR, ada 25 orang yang menjadi peserta arisan online fiktif tersebut.

“Yang bersangkutan beraksi seorang diri.”

“Awalnya arisan online ini normal, karena ada yang macet dalam pembayaran arisan online tersebut jadi fiktif,” terangnya.

Dalam pemeriksaan TR, Polres Sukoharjo berkoordinasi dengan Polresta Surakarta, karena sebagian pelapor melaporkan di Polresta Surakarta.

Dari tangan TR, polisi menyita sebuah ATM, satu buku rekening, satu unit HP, dan pihaknl kepolisian mengamankan cetakan rekening koran.

Saat ini, TR mendekam di tahanan Polres Sukoharjo untuk memudahkan pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan.

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Wanita asal Banyuwangi Tipu Belasan Warga Sukoharjo"