Tangis Pilu Warga Terdampak Pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendungan Bener

Banner IDwebhost

Purworejo, HarianSoloRaya – Tangis pilu warga terdampak Pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendungan Bener tidak terbendung lagi sambil melantukan dzikir dan doa pada Hari Kamis Tanggal 19/12/2019 bertempat di Dusun Kalipancer Desa Guntur Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo.

Mereka melakukan istiqhosah ini berharap agar tanah mereka tidak dihargai seperti sekerdus mie instan.

Sekitar kurang lebih sembilan ratusan warga terdampak Bendungan Bener ini mereka datang berkelompok-kelompok untuk memadati lokasi, Ternyata tidak hanya dari Desa Guntur, ada juga warga desa Nglaris, Kemiri, Limbangan dan juga Desa Bener. Adapula sebagian yang hadir dari Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo.

Turut hadir juga sejumlah kepala desa, pemuka agama, tokoh masyarakat, serta anggota DPRD Purworejo.

Warga bareng-bareng melantunkan dzikir dan berdoa supaya ganti rugi tanah terdampak Bendungan Bener dapat dihargai secara layak dan manusiawi. Tidak hanya menggelar doa, warga juga melakukan orasi keresahan yang timbulkan akibat ganti rugi tanah yang tidak layak dan tidak manusiawi.

Secara tegas warga menolak tanah yang menjadi sumber mata pencaharian sehari-hari ini hanya dihargai Rp 60.000 permeter persegi. Mereka menilai, harga yang ditentukan oleh KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) jauh dari harga pasaran di lokasi yang mencapai Rp 150.000 s/d Rp 200.000 per meter pamersegi.

Salah satu warga Joko, mengutarakan kekesalannya apa yang Pemerintah lakukan telah melukai hati kami semua warga yang terdampak Bendungan Bener ini, tidak cuma membeli harga tanah dengan harga murah tetapi juga membunuh sumber penghasilan yang kami kelola tiap hari karena sudah dimulainya Proyek Pembangunan Bener ini.

Purwadi warga guntur juga mengatakan,harga yang ditentukan guna membayar ganti rugi tanah Bendungan Bener ini tidak layak karena jauh dari harga pasaran disini, warga berharap kepada pemerintah dan PT terkait untuk dapat memberikan kebijakan agar tanah milik warga tidak dibayar dengan harga murah dan asal-asalan menurut kami.

Kami ini menjerit tanah yang bakal kami wariskan kepada anak cucu kami dihargai dengan harga tidak manusiawi. Kami mohon tolonglah Pak Lurah, Pak Camat, Pak Bupati, Pak Gubernur dan Presiden Jokowi berikan kami keadilan ditanah kami.Hanya ini yang kami miliki, ungkapnya

Mana ganti untung yang dijanjikan selama ini kenapa tanah kami tidak ada harganya sama sekali, pungkasnya.

Menanggapi keresahan yang dialami warga, Anggota DPRD dari Dapil VI,Muhammad Abdullah berkomitmen akan mengawal dan menyuarakan aspirasi warga. Ia mengaku akan berjuang semaksimal mungkin agar tanah warga dapat dihargai secara sesuai harga pasaran dilokasi.

Yang dirasakan oleh masyarakat saya juga dapat merasakanya. Dukungan masyarakat terhadap pembangunan Bendungan Bener justru dibalas dengan cara-cara kolonialisme dan premanisme yang sungguh tidak manusiawi, kalau boleh dibilang ini merupakan pengkhianatan yang harus kita hadapi bersama-sama-sama, menurutnya.

Sudah jelas yang tertuang dalam UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Fasilitas Umum mengatur bahwa pemberian ganti rugi harus dilakukan secara layak dan melalui proses musyawarah mufakat. Namun ironi apa yang dilakukan pelaksana dilapangan selama ini tidak sesuai, ungkap Muhammad Abdullah.

Diungkapkan juga oleh Rohman, anggota DPRD Purworejo dari Dapil VI ini mengajak warga untuk bersatu bertekad bulat memperjuangkan hak-hak warga atas tanah yang terdampak pembangunan Bendungan Bener ini. Dalam Doa Bersama ini pihaknya berkomitmen untuk bersama-sama memperjuangkan yang menjadi hak warga.

Kita bersama-sama bertekad untuk tidak menolak adanya Bendungan Bener, akan tetapi kita juga bertekad bahwa belum adanya kesepakatan harga ganti rugi tanah, sehingga aspirasi itu akan kita perjuangkan, saya selalu siap memperjuangkan hak-hak warga kapanpun saya siap, tegasnya. (Red/Agus Sulistya)

 

Ratusan Warga Korban Mega Proyek Bendungan Bener Lantunkan Dzikir dan Doa

 

1
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tangis Pilu Warga Terdampak Pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendungan Bener"