Tanggapan Rheo, Masuk Bursa Pendamping Gibran di Pilwakot

Banner IDwebhost

Hariansoloraya.com, Solo  – Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengajaran arti kehidupan yang mendalam pada anaknya.

Ada wejangan yang diberikan pada anaknya yakni tentang falsafaj Jawa ‘derajat pangkat sampiran, bondo titipan, nyowo gaduhan’.

Artinya pangkat adalah sampiran sementara harta hanya titipan, dan nyawa juga hanya titipan.

Jadi, tidak perlu mengejar itu semua terlalu berlebihan.

Hal ini dikatakan Rudy sapaan akrabnya sesuai dengan niat anaknya, Andreas Rheo Yuliana Fernandez yang tidak ingin ada politik dinasti dan juga komitmen keluarga.

“Anak saya itu mau dicalonkan jadi dewan saja tidak mau dia, nunggu ayahnya lengser dahulu,” papar Rudy kepada  Hariansoloraya.com usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Solo, Senin (14/10/2019).

Rudy mengaku senang dengan sikap anaknya tersebut.

Bahkan, bila ada pihak yang menyatakan kalau didikan pada anaknya tersebut tidak benar dipersilahkan bertanya langsung pada anaknya.

“Silahkan bicara pada anaknya sendiri saja, kalau dikira didikan saya gak benar,” tuturnya.

Reaksi Rheo

Putra Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Andreas Rheo Yuliana Fernandez angkat bicara soal wacana dirinya yang bakal dicalonkan berduet dengan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Solo 2020.

Rheo mengapresiasi usulan warga Solo tersebut bila dia diwacanakan maju bersama Gibran.

Namun, dia menegaskan, saat ini bukan waktu yang tepat untuk maju sebab ayahnya, FX Hadi Rudyatmo masih menjabat Wali Kota Solo.

“Saya tidak akan pakai aji mumpung,” papar Rheo pada  Hariansoloraya.com dihubungi via telepon, Senin (14/10/2019).

“Saya juga tidak mau ada dinasti politik,” kata Rheo menegaskan.

Menurut Rheo, dia tegak lurus dengan aturan PDI Perjuangan (PDIP) Solo yang sudah memutuskan untuk mengusung Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.

Terlebih berkas Purnomo-Teguh sudah dikirim langsung Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo ke Jakarta.

“Intinya saya tidak ingin ada dinasti politik dan saat ini saya tegak lurus partai PDI Perjuangan,” terang Rheo.

Dia mengaku, setelah ayahnya lengser Rheo baru akan memikirkan tentang jalannya di politik.

Bahkan dia menyebut jika tahun 2009 sampai 2019 ini ada yang mendorongnya untuk maju menjadi anggota dewan.

Rheo mengaku menolak lantaran tidak ingin menggunakan aji mumpung dimana ayahnya yang berstatus Wali Kota Solo.

“Untuk Pilakda Solo 2020 saya juga menolak,” kata Rheo.

“Tunggu bapak (Rudy) saya lengser baru berfikir politik,” akunya membeberkan. (Red)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tanggapan Rheo, Masuk Bursa Pendamping Gibran di Pilwakot"