oleh

Sidang Perdana Ketua GNPK-RI di Gelar Secara Virtual Di Pengadilan Negri Kora Tegal

Harian Solo Raya, Kota Tegal / Kamis (27/05/2021) Sidang perdana Dugaan Kasus Pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terhadap Kodim 0712/Tegal yang dilakukan oleh Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) M. Basri Budi Utomo memasuki tahap awal, Sidang Perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan digelar secara Virtual di Pengadilan Negeri Kota Tegal Kamis (27/05/2021).

Sidang di pimpin oleh Ketua Majelis Hakim Toetik Ernawati dengan anggota Windy Ratna Sari dan Andi Junimar Kanggoasa.

Sementara itu dari pihak Kejaksaan menghadirkan tiga orang Jaksa Penuntut Umum ketiganya membacakan Dakwaan secara bergantian, Ketiga Jaksa Penuntut Umum tersebut diantaranya adalah Kepala Kejaksaan Negri Kota Tegal sendiri Jasri Umar, Ali Mukhtar dan Priyo Sayogo.

Setelah pembacaan Dakwaan di bacakan dalam sidang perdana yang digelar secara Virtual tetsebut Hakim mempersilahkan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya untuk mengajukan Eksepsi.

Sementara, Pihak terdakwa yang di hadirkan secara virtual dari lapas II B Kota Tegal mengajukan permohonan kepada Majelis agar untuk sidang berikutnya supaya di gelar secara offline karena Saya tidak mendengar dengan jelas sidang virtual ini,” Ujar Basri,

Keinginan terdakwa itu di tanggapi oleh Ketua Majelis Hakim Toetik Ernawati bahwa pihaknya akan mempertimbangkan permohonan terdakwa.

Sebelumnya Kejari Kota Tegal menerima limpahan berkas tahap kedua dari penyidik Polres Kota Tegal tentang kasus dugaan pencemaran nama baik Dandim 0712/Tegal Letkol Infanteri (lnf) Sutan Padapotan Siregar yang di duga telah dilakukan oleh Basri Budi Utomo, hingga jaksa lakukan Penahanan terhadap Terdakwa Basri selama 20 hari di rutan kota Tegal.

Dugaan Pencemaran nama baik tersebut berawal dari unggahan status dari akun media sosial Facebook milik Basri GNPK-RI pada tanggal 24 Februari 2021 terkait Dugaan Korupsi Anggaran Penanganan Covid-19 Kurang lebih 2 Miliar yang ada di lingkungan Kodim 0712/Tegal.

Terdakwa juga mengaku telah melaporkan dugaan kasus korupsi tersebut ke Pangdam IV Diponogero.

Di ketahui sebelumnya Basri bersama Dandim 0712/Tegal Letkol Infanteri (Inf) Sutan Padapotan Siregar sempat melakukan Mediasi pada Kamis (25/03/2021) di Mapolres Tegal Kota dan dihadiri langsung Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo, namun Mediasi tersebut gagal tidak menemui kesepakatan, Sehingga proses Hukum perkara UU ITE tersebut di lanjutkan. (Firdaus Andika)

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terkini