oleh

Sebatang Kara Ditinggal Mati Orang Tua Akibat Corona, Bocah Kelas 2 SD Jadi Anak Asuh Polres Sukoharjo

-DAERAH-34 views

Harian Solo Raya, SUKOHARJO- Ashar Al Ghifari Putra Setiawan (8), bocah laki-laki kelas 2 disalah satu Sekolah Dasar (SD) Sukoharjo Kota, kini hidup sebatang kara. Warga Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo ini, kedua orang tuanya meninggal berurutan hanya berselang dua hari setelah terpapar corona.

Tidak hanya kedua orangtuanya saja yang meninggal, kakek Ghifari begitu bocah ini sering disapa, juga turut meninggal pada hari yang sama dengan meninggalnya ayahnya akibat ganasnya infeksi Covid-19.

Kondisi Ghifari beredar di sosial media (medsos) hingga menjadi sorotan publik. Tak terkecuali Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan juga ikut trenyuh dan terpanggil membantu Ghifari dengan mengangkatnya menjadi anak asuh Polres Sukoharjo.

“Kami mendengar informasi, ada salah satu warga yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari Mapolres, pada 21 Juli kemarin ibunya meninggal dunia. Kemudian pada 23 Juli gantian bapaknya, dan malamnya giliran kakeknya. Semua meninggal karena terpapar Covid-19,” kata Kapolres, Selasa (27/7/2021).

Saat ini, kata Kapolres, Ghifari tinggal bersama budenya. Rumah mereka kebetulan tidak berjauhan sehingga bocah tersebut secara fisik diasuh oleh orang yang tidak asing lagi.

“Secara moral, secara emosional, nanti kami melalui Babinkhamtibmas akan menjalin komunikasi dengan budenya ini, khususnya terkait bantuan apa yang bisa kami berikan kepada Dik Ghifari,” ujar Kapolres.

Dalam kesempatan penyerahan bantuan bertempat di Mapolres ini, bude Ghifari bernama Eni Sulistyowati yang turut hadir di Mapolres mendampingi, menuturkan awal mula orang tua Ghifari dan kakeknya terpapar corona.

“Semula setahu saya, adik saya (ibu Ghifari bernama Haryati umur 37-Red) itu mengaku masuk angin biasa, tapi makin lama kondisi kok makin ngedrop. Kemudian dibawa ke PKU, karena tidak ada oksigen lantas disuruh ke RSUD Sukoharjo hingga kemudian di suruh ke RSUD Moewardi Solo,” paparnya.

Sebelum dinyatakan meninggal, ibu Ghifari bahkan sempat ditampung sementara di tenda darurat karena kondisi kamar RSUD Moewardi disebutkan sudah penuh. Meski akhirnya mendapatkan kamar perawatan dan oksigen setelah menunggu beberapa waktu, namun nyawa Haryati tidak terselamatkan.

“Saturasinya sanggat rendah, saat diberi oksigen sudah tidak bisa merespon. Akhirnya meninggal dunia pada 21 Juli lalu. Terus ayahnya ( Budi Setiawan umur 42-Red) sama kakeknya ( Sutrisno umur 70) meninggal pada tanggal 23,” tutur Eni.

Budi, ayah Ghifari meninggal dunia hanya selang beberapa jam setelah Sutrisno sang kakek menghembuskan nafas terakhirnya. Budi sendiri, untuk hasil swabnya belum keluar, namun gejala yang dialami sama dengan yang lain sehingga dimakamkan dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Informasi yang didapat, Ghifari merupakan anak tunggal. Bersama kedua orang tuanya, selama ini mereka tinggal bersama dengan kakek, nenek serta paman dalam satu rumah.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menyerahkan bantuan sekaligus menyatakan Ashar Al Ghifari Putra Setiawan, bocah kelas 2 SD yang dtinggal mati orang tuanya akibat terpapar corona sebagai anak asuh Polres Sukoharjo ( Nanang Sapto)

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar