Pungli, Penarikan Parkir Stadion Manahan

Tidak ada komentar 63 views
Banner IDwebhost

Hariansoloraya.Com, Solo – Anggota DPRD Solo, Ginda Ferachtriawan angkat bicara terkait tarif parkir kendaraan di Stadion Manahan yang dinilai menyalahi aturan Perda No.5 Tahun 2016 tentang Retribusi daerah. Penarikan tarif parkir tidak sesuai Perda masuk kategori pungutan liar (pungli).

“Sejak diberlakukan sistem parkir portable dengan dilengkapi palang, penarilan tarif di Stadion Manahan jadi asal-asalan tidak sesuai Perda,” ujar Ginda saat berbincang dengan HarianSoloRaya.com di Selter Manahan, Selasa (10/9).

Ginda mengaku ikut menjadi korban dari petugas penjaga parkir portable di pintu masuk utama di Stadion Manahan. Dimana saat masuk ke dalam Stadion Manahan mengunakan sepeda motor justru diminta uang parkir Rp2.000.

 “Di tembok luar pintu masuk halaman parkir kompleks Stadion Manahan sudah jelas ditempel papan tarif parkir kendaraan roda dua Rp1.000 dan karcis masuk pengunjung Rp500. Ini jelas menyalahi aturan Perda,” ujar dia.

Lebih anehnya lagi, kata dia, saat petugas penjaga parkir memberikan karcis justru tertulis parkir kendaraan roda empat atau mobil. Padahal, ia tidak membawa mobil melainkan sepeda motor.

 “Kalau sesuai aturan Perda, saya harusnya cuma membayar Rp 1.500. Dengan perincian Rp1.000 parkir sepeda motor dan Rp500 karcis masuk,” kata dia.

Ia menambahkan persoalan ini banyak dikeluhkan warga ke media soaial (medsos). Ginda meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) agar mematuhi Perda dalam mengelola parkir di Stadion Manahan.

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pungli, Penarikan Parkir Stadion Manahan"