oleh

Polemik Sewa Kantor DPC Peradi Surakarta, Pemenang Lelang Eksekusi Siap Beraksi

Harian Solo Raya, SOLO- Kuasa hukum pemenang lelang eksekusi rumah di Jl Markisa II, Karangasem, Laweyan, Solo yang digunakan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi ) Surakarta sebagai kantor sekretariat, Awod dari Awod.SH and Partner mempertanyakan itikat baik pengurus dalam menjawab somasi yang telah dilayangkannya.

“Maraknya pemberitaan di media atas tanggapan somasi yang kami sampaikan pada, Senin, (07/6/2021) kemarin, maka perlu kami tanggapi, bahwa hingga hari ini kami sebagai kuasa hukum yang sah pemenang lelang eksekusi belum mendapat jawaban resmi,” kata Awod dalam rilisnya kepada wartawan, Kamis (10/6/2021).

Selaku kuasa hukum pemilik sah atas rumah yang digunakan DPC Peradi Surakarta, Awod mengaku baru mengetahui tentang rencana kepindahan kantor DPC Peradi Surakarta yang belum jelas kapan waktunya, sebatas dari pemberitaan media. Diluar itu tidak ada surat resmi yang dikirim ke pihaknya.

“Karena tidak ada tanggapan resmi, maka kami akan mengacu pada somasi yang telah kami sampaikan, selambat-lambatnya, Sabtu (12/6/2021) besuk, rumah akan kami gunakan. Kami sudah memperingatkan kepada semua pihak yang hingga kini masih menempati agar mencopot papan nama dan meninggalkanya,” tegasnya.

Awod juga menyatakan, selepas batas waktu seperti tertuang dalam somasi, pihaknya tidak bertanggungjawab apabila terjadi sesuatu atas barang – barang di rumah yang akan digunakan oleh kliennya sebagai asrama putri Pondok Pesantren (ponpes) Al – Muayyad, Mangkuyudan, Laweyan, Solo.

Disisi lain, Awod menduga Ketua DPC Peradi Surakarta, Zaenal Abidin yang mengaku sebagai penanggungjawab atas penggunaan rumah, telah sengaja membenturkan permasalahan dengan organisasi DPC Peradi Surakarta. Jauh hari sebelumnya, Awod mengaku sudah mengajak bermusyawarah secara personal, tanpa melibatkan organisasi Peradi.

“Namun ajakan kami tidak ada jawaban yang realistis dan logis bahkan cenderung mengabaikan. Maka tidak ada pilihan lain selain kami mensomasi kepada DPC Peradi Surakarta yang telah menempati rumah milik klien kami atas persetujuan saudara Zaenal selaku ketua DPC Peradi Surakarta,” tuturnya.

Tak hanya itu, Awod juga menyayangkan pernyataan Zaenal yang menyebutkan telah melakukan sewa menyewa sebelum proses pelelangan. Menurutnya itu adalah tidak benar. Pernyataan itu dinilai Awod merugikan Ahmad Muhamad Mustain Nasoha yang merupakan kliennya.

“Perlu kami sampaikan, pelelangan itu sudah terjadi 4 kali, yakni pada 29 Juli 2020, 3 September 2020, 10 Desember 2020 dan 19 Februari 2021. Jadi tidak benar jika saudara Zaenal tidak mengetahuinya, terkecuali ada keterbatasan dalam menganalisa sebuah kebijakan, terlebih untuk di sewa dan dipinjamkan kepada organisasi,”tuturnya.

Selaku kuasa hukum pemenang lelang eksekusi, Awod menantang Zaenal untuk membuktikan dengan menunjukkan dokumen sewa menyewa rumah tersebut ke publik. Apabila benar ada dokumen sewa menyewa, maka patut diduga, Zaenal telah menjadi korban penipuan dari pihak yang menyewakan.

“Maka kami memberikan saran kepada saudara Zaenal agar melaporkan masalah ini kepada Polisi sebagai korban penipuan atas kepemilikan aset (rumah-Red) yang disewakan. Dengan begitu uang sewa bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, dan apabila beliau tidak yakin, kami akan membantu menjadi penasehat hukumnya untuk mendampingi lapor Polisi,” tandasnya.

Terpisah, Ketua DPC Peradi Surakarta, Zaenal Abidin saat hendak diminta tanggapannya atas pernyataan Awod selaku kuasa hukum pemenang lelang eksekusi rumah tersbut, belum dapat dihubungi melalui sambungan telepon.

Awod, kuasa hukum Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, pemenang lelang eksekusi atas rumah yang digunakan sebagai Kantor DPC Peradi Surakarta

( Wahyu )

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Berita Terkini