oleh

Peluncuran Jogja Royal Orchestra : Rawat Sejarah, Bumikan Orkestra

-DAERAH-37 views

Harian Solo Raya, Yogyakarta | Bertepatan dengan Hari Musik Sedunia, Keraton Yogyakarta melalui KHP Kridhomardowo meluncurkan Jogja Royal Orchestra di Bangsal Pagelaran, Keraton Yogyakarta. Jogja Royal Orchestra diresmikan secara langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Hadir pada kesempatan tersebut yakni Putra dan Menantu Sri Sultan, Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji, Danlanud Adisutjipto Marsma TNI. Yani Amirullah, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan sekaligus Paniradya Pati Aris Eko Nugroho, dan perwakilan Forkominda DIY.

Dalam sambutanya, Sri Sultan menyampaikan salah satu alasan pembentukan Jogja Royal Orchestra adalah untuk mewadahi kreativitas musisi Yogyakarta, sehingga mereka tidak perlu melakukan eksodus keluar kota namun justru menjadi pemicu musik klasik yang berasal dari Yogyakarta.

Secara sadar, Jogja Royal Orchestra mengubah proses brain-drain menjadi brain-gain musisi sebagai pemicu perkembangan musik klasik dari Yogyakarta sendiri. “Terlebih lagi di saat pandemi ini, gelar musik lebih banyak dituntut menjadi kemasan dalam bentuk konser virtual yang tidak memerlukan mobilitas antarkota yang sekarang lebih banyak kesulitannya,” tutur Sri Sultan. Selain itu, menurut Sri Sultan, Keraton secara historis memang memiliki kontribusi signifikan terhadap perkembangan musik orkestra di Indonesia, seperti yang telah ditinggalkan sebagai legacy oleh para Sultan pendahulu yang bertakhta.
“Visi Royal Orchestra ini adalah “membangun harmoni melalui tradisi musik yang adiluhung”. Sedangkan misinya adalah mempopulerkan tradisi musik klasik, terutama bagi kalangan milenial, mengangkat tradisi musik lokal ke panggung dunia, dan menginspirasi kolaborasi-selaras antara musik diatonis dan pentatonis,” urai Ngarsa Dalem.
Sementara itu, Penghageng KHP Kridhomardowo Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro mengungkapkan, pagelaran orkestra kali ini dibawakan oleh Abdi Dalem Musikan yang setiap Senin Pon menggelar pementasan rutin berupa Uyon-Uyon Hadiluhung. Namun, karena kali ini bertepatan dengan Hari Musik Dunia maka dihadirkan pagelaran yang istimewa dan berbeda dari biasanya. “Pagelaran ini sebenarnya sudah kami rencanakan sejak lama dan kali ini kami rasa momen yang tepat,” ujar KPH Notonegoro.

Selanjutnya KPH Notonegoro mengutarakan, kali ini merupakan pertama kalinya KHP Kridhomardowo mementaskan musik orkestra. Namun karena dalam situasi pandemi, maka pagelaran ini terpaksa digelar secara eksklusif. Jumlah tamu undangan yang dapat menyaksikan langsung dibatasi, dan melalui protokol kesehatan yang ketat, sementara masyarakat umum dapat menyaksikan lewat live streaming di kanal Youtube Kraton Yogyakarta.
Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud dukungan Dinas Kebudayaan DIY mengelola dan melestarikan budaya daerah.

“Dinas Kebudayaan punya tugas sebagaimana tercantum dalam Perdais No.3/2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan, kita diminta untuk memelihara dan mengembangkan semua objek kebudayaan. Ada tujuh objek kebudayaan yang harus dikembangkan, salah satunya adalah seni, di mana orkestra menjadi bagiannya,” ungkapnya.

Menurut Aris, orkestra adalah sebuah bagian yang pernah ada di Kasultanan. Oleh karenanya, Dinas Kebudayaan DIY bekerja sama dengan semua pihak bersama-sama mengembangkan musik orkestra itu sendiri. Oleh karena itu,Aris berharap dukungan Pemda DIY melalui Dana Keistimewaan. ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni musik, khususnya musik orkestra.

Adapun pementasan perdana Royal Orchestra ini menampilkan lima repertoar musik klasik dengan formasi orkestra lengkap. Diantaranya adalah The Barber of Seville – Overture (Gioacchino Rossini, 1792-1868); Carmen Suite No. 1 – No. 2 Intermezzo – Prelude to Act III (Georges Bizet); Aida – An Opera In Four Acts (Verdi); An der schonen blauen Donau (Johann Straus, op.314); dan Hungarian Dance No. 5 (Johannes Brahms).

Adapun seluruh pemain orkestra sebelumnya telah menjalani proses karantina dan tes antigen Covid-19 dengan hasil negatif. Demikian halnya tamu undangan dan seluruh kru yang bertugas berjumlah terbatas dan di awal acara telah melakukan screening protokol kesehatan melalui GeNose. (CharyJP86)

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar