oleh

Komunitas Siap Membangun Dorong Pemerintah Keluarkan Kebijakan Pengurangan Sampah Plastik

-DAERAH-55 views

Harian Solo Raya,Lhokseumawe – Komunitas Siap Membangun (KSM) mengajak masyarakat untuk menggurangi menggunakan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini bisa berkontribusi pada kelestarian lingkungan. Sabtu, (14/8/2021).

Komunitas Siap Membangun melakukan kampanye dan sosialisasi tentang pengurangan penggunaan kantong plastik yang berlangsung di Taman Riyadhah Kota Lhokseumawe.

Saifurrazi selaku founder Komunitas Siap Membangun (KSM) menuturkan bahwa sampah plastik masih menjadi masalah krusial yang belum mampu di atasi.

Kegiatan itu dilakukan untuk memperingati hari pemuda Internasional yang jatuh pada 12 Agustus. Karena itu, hari pemuda internasional menjadi momentum yang tepat bagi semua pihak, terutama kalangan kaum muda untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan kampanye pengurangan kantong plastik sekali pakai dalam momentum untuk memperingati hari pemuda internasional” Kata Saifurrazi, dikutip Kamis (12/08).

Dalam kegiatan kampanye tersebut pihaknya juga turut membagikan seratusan kantong belanja yang dapat digunakan berulang kali (eco-friendly) kepada masyarakat. Mengurangi sampah plastik sangat penting untuk menjaga ekosistem demi keberlangsungan hidup manusia dan satwa di masa yang akan datang.

Terlebih lagi, selama ini sampah plastik menjadi penyumbang polutan di perairan.

Guna mencegah menumpuknya sampah plastik, pihaknya mengajak masyarakat untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai sehari-hari.

Saifurrazi mengajak masyarakat mengganti penggunaan produk-produk plastik sekali pakai dengan produk yang lebih ramah lingkungan, seperti membawa tas belanja sendiri saat akan berbelanja.

Untuk memperkuat gerakannya, mereka meminta agar institusi pemerintah mengeluarkan mengeluarkan aturan terkait pembatasan pemakaian tas plastik di pusat pembelanjaan.

Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan kampanye ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat guna meminimalisir penggunaan kantong plastik.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan edukasi yang mampu melahirkan budaya dan kesadaran untuk mengurangi sampah plastik khusunya di wilayah Kota Lhokseumawe ini”, ujarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data The World Bank tahun 2018, sebanyak 87 kota di pesisir Indonesia memberikan kontribusi sampah ke laut diperkirakan sekitar 1, 27 juta ton.

Dengan komposisi sampah plastik mencapai 9 juta ton dan diperkirakan sekitar 3,2 juta ton adalah sedotan plastik.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Jenna R Jambeck dari University of Georgia, pada 2010 ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia.

Sekitar 4,8-12,7 juta ton di antaranya terbuang dan mencemari laut.

Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik.

Sekitar 0,48-1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari lautan.(Ari.S)

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar