Ida Ayu Iska Rakhmawati, SPi Mahasiswa Magister Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor
Ida Ayu Iska Rakhmawati, SPi Mahasiswa Magister Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor

Keju Vegan Dengan Karagenan sebagai Penstabil

Tidak ada komentar 139 views
banner 468x60

Oleh : Ida Ayu Iska Rakhmawati, SPi

Mahasiswa Magister Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor

Bogor – Penerapan pola hidup sehat merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh seseorang. Pola hidup sehat dilakukan guna mencegah berbagai penyakit yang dapat menyerang tubuh sewaktu waktu. Salah satu pola hidup sehat yang dapat dilakukan yaitu dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan pola makannya. Mengonsumsi makanan sehat yang didalamnya terkandung gizi seimbang dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga daya tahan tubuh tidak menurun dan kita dapat melakukan berbagai aktifitas dengan baik. Tetapi, mengonsumsi makanan yang sehat tidak akan bekerja dengan baik bagi tubuh apabila tidak menjaga pola makannya.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga pola makan harus segera diterapkan sebelum terlambat. Menjaga pola makan yang baik yaitu dengan mengonsumsi gula, garam, dan lemak secara tidak berlebih. Kelebihan dalam mengonsumsi tiga komponen tersebut dapat menimbulkan suatu penyakit. Konsumsi makanan yang tidak seimbang dalam jangka waktu lama juga dapat memicu terjadinya kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini terjadi karena penimbunan lemak di dalam tubuh yang berlebihan. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan atau mengurangi lemak dalam tubuh yaitu dengan cara diet sehat atau mengubah pola makan dengan mengganti protein dan lemak dari sumber hewani dengan protein dan lemak dari sumber nabati. Salah satu protein hewani yang disukai banyak konsumen ialah susu atau produk dairy lainnya.

Produk dairy merupakan jenis bahan makanan yang terbuat dari hasil olahan susu seperti susu, cream, butter, dan keju. Produk dairy banyak dikonsumsi karena memiliki rasa yang enak dan memiliki kandungan gizi yang lengkap, namun produk dairy yang berasal dari hewani ini menjadi pantangan tersendiri bagi beberapa konsumen. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang mengetahui produk dairy hanya berasal dari hewani.

Produk dairy seperti keju kini sudah banyak dicampurkan ke makanan dan minuman sebagai topping pada salad buah maupun sebagai isian pada roti rasa keju. Penambahan keju pada makanan akan menghasilkan cita rasa makanan yang lebih gurih dan lezat. Keju banyak disukai oleh konsumen karena memiliki rasa yang enak dan bergizi. Namun, bagi konsumen yang alergi terhadap produk susu maupun yang sedang menjalani program diet tentunya akan menghindari produk tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya inovasi pangan baru dalam pembuatan keju sumber nabati.

Keju yang beredar dan cukup terkenal di masyarakat diantaranya adalah keju parmesan, keju cheddar, dan keju mozarella. Di Indonesia keju umumnya terbuat dari susu sapi, sedangkan di berbagai negara keju dapat diperoleh dari susu hasil ternak hewan lain. Keju mozarella adalah keju khas Italia yang sering digunakan sebagai topping pada lapisan atas pizza, roti, maupun pasta. Ciri-ciri keju mozarella adalah lembut, lunak, elastis, dan berserabut. Keju mozarella dapat meleleh saat dipanaskan melalui pemasakan dan membentuk serabut halus yang menjadi ciri khas dari keju mozarella.

Keju mozarella tidak dapat diterima oleh semua kalangan konsumen karena kandungan protein hewani menyebabkan alergi. Saat ini, seiring dengan perkembangan teknologi dan inovasi dalam pangan telah menghasilkan keju mozarella yang bersumber dari protein nabati, yakni dikenal dengan keju vegan. Keju vegan ini merupakan keju yang terbuat dari protein nabati seperti kacang-kacangan atau kedelai sebagai pengganti protein hewani. Protein nabati dari bahan tersebut digunakan dalam pembuatan keju vegan karena memiliki kandungan protein, lemak, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan dan dapat diterima oleh semua kalangan konsumen. Selain itu, keju vegan memiliki harga yang relatif lebih murah dibandingkan keju mozarella dari protein hewani.

Proses pembuatan keju mozarella membutuhkan suatu bahan tambahan yang berperan sebagai penstabil untuk menstabilkan produk tersebut. Salah satu hasil perairan yang memiliki banyak manfaat dan dapat dikembangkan menjadi penstabil pada produk dairy adalah karagenan dari rumput laut. Rumput laut merupakan salah komoditas hasil perairan yang potensial untuk dikembangkan dalam bidang industri pangan maupun non-pangan. Hal ini karena rumput laut mengandung vitamin, mineral, protein, serat pangan, dan polisakarida. Kandungan tersebut membuka peluang bagi beberapa industri untuk menghasilkan suatu produk dari rumput laut yang memiliki harga jual tinggi.

Gambar 1 Rumput laut Kappaphycus alvarezii Sumber : http://www.fao.org/fishery/photolibrary/photos/detail/fr/c/1259134/

Gambar 1 Rumput laut Kappaphycus alvarezii
Sumber : http://www.fao.org/fishery/photolibrary/photos/detail/fr/c/1259134/

Pengolahan rumput laut saat ini masih terbatas pada teknik pengeringan rumput laut menjadi rumput laut kering dan produk olahan lokal seperti manisan, dodol, dan permen. Rumput laut mengandung karagenan yang digunakan sebagai bahan utama dalam industri pangan dan non pangan. Karagenan merupakan polisakarida yang berasal dari rumput laut merah seperti Kappaphycus alvarezii. Polisakarida dikenal sebagai bahan tambahan pangan fungsional untuk memperbaiki tekstur pada produk akhir. Pada industri pangan, karagenan berfungsi sebagai zat pengental, pengemulsi, penstabil, dan agen pembentuk gel misalnya pada produk cokelat, permen, dan es krim. Saat ini perkembangan ilmu dan teknologi pangan semakin berkembang, hal ini mendorong masyarakat dalam mengembangkan inovasi dari hasil perairan khususnya karagenan.

Gambar 2 Keju vegan Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Keju_vegan

Gambar 2 Keju vegan
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Keju_vegan

Pemanfaatan karagenan dapat digunakan pada produk susu, salah satunya yaitu sebagai penstabil dalam pembuatan keju vegan. Hal ini karena karagenan dapat berinteraksi dengan protein susu. Penggunaan penstabil dari karagenan rumput laut pada keju vegan tentunya dapat lebih diterima oleh semua kalangan konsumen. Selain menjadi penstabil pada keju vegan, penggunakan karagenan dari rumput laut dapat menjadi nilai tambah pada keju vegan sebagai dietary fiber. Oleh karena itu, inovasi pangan pada produk ini diharapkan dapat menjadi produk pangan yang dapat dikembangkan lebih luas oleh produsen industri pangan. (Red/ Ida Ayu Iska Rakhmawati)

Banner IDwebhost banner 468x60
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Keju Vegan Dengan Karagenan sebagai Penstabil"