Afrida Nurwulan (F2501201022)-Magister Ilmu Pangan, IPB
Afrida Nurwulan (F2501201022)-Magister Ilmu Pangan, IPB

Inovasi Botol Plastik Biodegradable Dari Rumput Laut Dalam Mengurangi Penggunaan Plastik

banner 468x60

Oleh : Afrida Nurwulan (F2501201022)-Magister Ilmu Pangan, IPB

            Plastik sangat erat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari bangun di pagi hari hingga di penghujung hari, plastik ada di sekitar kita. Keberadaannya yang sangat banyak membuat kita sangat sulit untuk membayangkan hidup tanpa plastik. Plastik terbentuk dari material polimer yang mudah dibentuk dan lentur. Pada 1869, John Wesley Hyatt menciptakan polimer sintetis pertama yang menjadi salah satu bagian revolusi industri karena tidak lagi terbatas oleh alam. Revolusi penemuan plastik ini sangat membantu masyarakat dan membantu melindungi alam, dimana pada saat itu manusia melakukan eksploitasi alam besar-besaran. Hal tersebut membuat perkembangan penggunaan plastik mengalami kenaikan yang pesat hingga saat ini menjadi suatu kebutuhan manusia. Jenis produk bagian dari plastik yang sangat erat dengan kehidupan sehari-hari adalah botol plastik.

            Sudah berapa banyak botol plastik yang kamu gunakan hari ini? Mulai dari pagi hari, Anda terburu-buru menjalankan aktivitas seperti sekolah, kuliah, kerja sehingga Anda lupa membawa tumbler Anda dan memutuskan untuk pergi membeli minuman kemasan di toko-toko atau retail di pinggir jalan. Tahukah kamu bahan kemasan minuman tersebut? Ya, botol plastik. Jika dipikirkan penggunaan botol plastik itu hanya terjadi dalam satu hari satu botol. Bagaimana dalam satu minggu? Satu bulan? Atau satu tahun? Pasti sangat banyak menghasilkan sampah jika Anda membayangkannya. Terlebih lagi bagaimana jika terhitung penggunaan botol plastik di dunia? Pasti amat sangat banyak dan mencemari lingkungan (Gambar 1).

Gambar 1 Sampah Botol Plastik – Sumber: Antarafoto.com

Plastik yang awalnya berfungsi untuk memudahkan manusia dan menjaga alam dalam pencegahan eksploitasi bahkan berubah menjadi perusak lingkungan karena sulitnya terdegradasi dan mengandung zat aditif seperti bisfenol A, phatales, briminated flame retardants, DDT, PCBs, dan PAHs. Zat aditif tersebut memiliki toksisitas tinggi sehingga dapat memberikan efek kronis seperti gangguan endokrin, mutasi, dan kanker (Rios et al. 2010). Hal tersebut medorong orang-orang pecinta lingkungan atau pemerintah berinovasi mengembangkan plastik dan botol kemasan biodegradable. Salah satunya, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) yang mendukung program pengurangan sampah plastik dengan melakukan rekayasa teknologi pembuatan plastik dan botol plastik ramah lingkungan (biodegradable) berbahan baku rumput laut.

“Kemasan biodegradable diartikan sebagai film kemasan yang dapat di daur ulang dan dihancurkan secara alami”, kata Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti. Kandungan senyawa agar pada rumput laut yang saat ini sedang dikembangkan dan dijadikan kemasan biodegradable. Suparmi dan Sahri A (2009) menjelaskan bahwa agar adalah produk utama rumput laut dari kelas Rhodopycea, seperti Gracilaria, Sargassum, dan Gelidium. Agar memiliki kemampuan membentuk lapisan gel atau film sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengemulsi, penstabil, pembentuk gel, pensuspensi, pelapis, dan inhibitor. Pemanfaatan agar dalam bidang industri pangan sebagai ice cream, keju, permen, jelly, susu coklat, serta pengalengan ikan dan daging.

Inovasi pemanfaatan agar dari rumput laut yang dikembangkan saat ini adalah untuk pembuatan botol minum biodegradable. Bahan utama pembuatan botolnya adalah rumput laut dengan produk agar. Botol minum agar ini pertama kali dibuat oleh Ari Jonsson dari Islandia. Ari Jonsson menciptakan botol ini dengan cara mencampur bubuk agar ke dalam air. Hasilnya berupa agar-agar yang kemudian dipanaskan dan dituang ke cetakan dingin. Cairan tersebut diputar di dalam wadah berisi air es sampai terbentuk sebuah botol. Botol rumput laut ini kemudian dibekukan beberapa waktu di lemari es dan kemudian dapat digunakan (Gambar 2).

Gambar 2 Desain Botol Agar Rumput Laut – Sumber: Ari Jonsson/Inhabitat.com

Botol rumput laut ini akan tetap terbentuk selama memiliki isi, namun apabila botol telah kosong perlahan akan mulai hancur. Kelebihan dan keunikan lainnya adalah botol rumput laut ini dapat dimakan. Rasa botol ini tawar karena memang tidak diberi perasa saat pembuatannya. Manfaat konsumsi botol agar dari rumput laut untuk tubuh adalah sebagai penurun kadar lipid dan kolesterol karena mengandung polisakarida serta membantu melancarkan pencernaan. Selain itu, memiliki aktivitas biologis yang sangat penting untuk kesehatan seperti antitrombotik, antikoagulan, antikanker, antiproliferatif (antipembelahan sel yang tidak terkendali), antivirus, dan antiinflamantori (antiperadangan) (Burtin dan Patricia 2003, Shiratori et al. 2005).

Gambar 3 Estimasi Harga Jual di Platform Online – Sumber: Shopee

Inovasi kemasan berbasis pangan ini sangat bermanfaat baik bagi lingkungan dan manusia. Kekurangan botol agar biodegradable saat ini adalah harga jual yang cukup mahal (Gambar 3) dan keberadaannya yang sulit dicari dipasar online ataupun offline. Kedepannya terus menjadi evaluasi bagi seluruh masyarakat ataupun instansi terkait dalam pemasaran botol agar biodegradable ini untuk memaksimalkan penurunan penggunaan botol plastik nondegradable yang mencemari lingkungan.

Penulis : Afrida Nurwulan (F2501201022)-Magister Ilmu Pangan, IPB

Referensi

Rios LM, Jones PR, Moore C, Narayan UV. 2010. Quantification of persistent organic pollutants adsorbend on plastic debris from the Northern Pacific Gyre’s “eastern garbage pastch”. Journal of Environmental Monitoring. 12:2226-2236.

Suparmi dan Sahri A. 2009. Mengenal potensi rumput laut: Kajian pemanfaatan sumber daya rumput laut dari aspek industri dan kesehatan. Jurnal Sultan Agung. 44(118): 95-116.

Burtin dan Patricia. 2003. Nutritional Value of Seaweeds. Electron. J. Environ. Agric. Food Chem. 2(4): 498-503.

Shiratori K, Ohgami KI. Ilieva X.-H. Jin, Koyama Y, K. Miyashita, Yoshida K, Kase S, Ohno S. 2005. Effect of fucoxanthin on lipopolysaccharide-induced inflammation in vitro and in vivo. Exp. Eye Res. 81: 442-428.

 

 

 

1
Banner IDwebhost banner 468x60
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Inovasi Botol Plastik Biodegradable Dari Rumput Laut Dalam Mengurangi Penggunaan Plastik"