Dua Polisi Diduga Nyambi Jadi Debt Collector di Sukoharjo

Banner IDwebhost

Hariansoloraya.Com, Sukoharjo – Dua polisi yang bertugas di Solo, dilaporkan seorang warga warga Bulakan, Sukoharjo, bernama Bima Saraswati (39).

Dua polisi berinisial W dan D itu dilaporkan ke Polres Sukoharjo karena diduga merampas mobil jenis Honda Brio milik Bima Saraswati.

Informasi yang diterima HarianSoloRaya.com, kedua polisi itu bertugas di Kestuan Brimob yang ada di Solo.

Duduk perkara peristiwa ini dipicu masalah utang Bima Saraswati dengan wanita bernama Dina.

Bima punya utang sebesar Rp 120 juta, dengan perjanjian bunga 20 persen setiap bulannya.

Namun, Bima Saraswati mengaku, urusan utangnya dengan Dina sudah selesai.

Ia telah melunasi utang itu, dengan jumlah total berkali-kali lipat dari jumlah pokoknya.

“Saya sudah ngasih lebih dari itu, Rp 500 juta ada, buktinya ada.”

“Tapi dulu sempat karena pabrik saya enggak jalan, saya enggak bisa ngasih bunga,”

“Dia ngotot minta terus, sampai dulu pernah saya laporin ke Polsek Pasar Kliwon,” jelas Bima Saraswati.

Bima mengaku, setelah dirinya membuat aduan, pada tanggal 20 Agustus 2019, dia didatangi 7 orang pria dirumahnya di kawasan Bulakan, Sukoharjo.

“Pagi-pagi saya didatangi tujuh orang, yang dua oknum polisi itu, dan saya diajak pergi ke sebuah rumah makan,”

“Waktu itu saya mau telpon orang tua saya tidak boleh, lalu mereka ambil handphone dan kunci mobil saya,” katanya.

Dia mengatakan, saat dua orang oknum polisi itu mendatangi rumahnya, mereka tidak mengenakan seragam anggota kepolisian.

Namun mereka mengaku dari Polda Jawa Tengah.

Selesai makan, Bima Saraswati disuruh menandatangani surat pernyataan, yang menyatakan mobilnya jenis Honda Brio disita untuk dijadikan jaminan.

Menurut pengacara Bima Saraswati, Badrus Zaman, dua oknum polisi yang dilaporkan berinisial W dan D.

Karena peristiwa perampasan itu terjadi di Sukoharjo, maka Badrus Zaman melaporkan kejadian ini ke Propam Polres Sukoharjo.

“Kasus ini sebenarnya sudah lama, tapi kami baru mengetahui jika yang bersangkutan adalah oknum polisi ini baru-baru saja,”

“Makanya kita adukan ke Polres Sukoharjo unit Propam, karena yang bersangkutan adalah anggota kepolisian,” katanya.

Menurutnya, meskipun ada latar belakang utang piutang, namun ia tak membenarkan polisi bertindak seperti itu.

“Ditambah dua oknum polisi itu mengaku dari Polda dan masuk tanpa surat apa pun, itu salah,” terangnya.

Dia berharap laporannya bisa segera di proses pihak kepolisian.

Dia khawatir, mobil Brio milik kliennya itu akan hilang.

“Laporan kita perampasan, karena mobil dibawa, tapi nanti larinya kemana kita belum tahu,” pungkasnya.

Kasi Propam Polres Sukoharjo, Iptu Lasiin, membenarkan adanya laporan itu.

Tapi, ia menyarankan kepada bersangkutan melaporkan ke kesatuan dua oknum itu, mengingat terlapor bukan anggota jajaran Polres Sukoharjo.

“Kita laporkan ke pimpinan dulu,” kata Iptu Lasiin.

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Dua Polisi Diduga Nyambi Jadi Debt Collector di Sukoharjo"