Dua Pemuda Mondokan Terkapar, Bukan Karena Corona, Tapi Bogem Mentah Tetangga Desa

Banner IDwebhost

Sragen – Di tengah masyarakat indonesia yang sedang berperang dengan virus covid 19 corona, dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran virus covid 19, salah satunya adalah pelarangan untuk berkumpulnya masyarakat dengan alasan apapun, juga pihak kepolisian tidak menerbitkan ijin keramaian, di salah satu rumah warga di dukuh kenteng, Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, Sragen tadi malam Senin 23 maret 2020 di gelar hajatan pernikahan dengan hiburan campursari dari OM. Jawara yg mengundang pemuda dari sekitar untuk hadir ikut menikmati hiburan tersebut.

Di antara yang hadir adalah Ribut Setiawan Prayogo (26th) asal dukuh Cranggang, Desa Gemantar, Mondokan, Sragen & Nanda Febriyanto (19th) asal Kukuh Kukun Rejo, Gemantar, Mondokan, Sragen, mereka berdua maksud hati ingin mencari hiburan, tapi apa daya baru ikut joget 15 menit, sudah mendapat bogem mentah & lemparan botol kaca bekas wadah minuman keras dari orang tanpa tahu sebabnya. Mengakibatkan luka robek & lebam di wajah mereka berdua.

Setelah mendapat pertolongan pertama dari puskesmas setempat, mereka berdua kemudian melaporkan penganiayaan yang di alaminya ke Polsek Mondokan.

Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy melalui Kapolsek Mondokan AKP Sudiro SH membenarkan kejadian tersebut & pihak kepolisian akan menindak tegas setiap anggota masyarakat yang melakukan tindak kriminal. Perkara tersebut langsung di tangani oleh petugas penyidik reskrim Polsek Mondokan & dari aparat kepolisian juga sudah mengantongi identitas terduga pelaku penganiayaan.

Hingga berita ini di turunkan, salah satu korban Ribut SP (26th) masih mendapat perawatan intensif di klinik umum Pratama Wahyu Agra Medika Mondokan, Sragen (Dwi)

 

1
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Dua Pemuda Mondokan Terkapar, Bukan Karena Corona, Tapi Bogem Mentah Tetangga Desa"