oleh

Dibatasi 2 jam, begini teknis pelaksanaan jalan-jalan di Maliobro Yogjakarta

-DAERAH-39 views

Harian Solo Raya,Yogyakarta – Pemkot Jogja berencana membatasi waktu kunjungan di kawasan Malioboro menjadi maksimal dua jam saja. Pandemi Covid-19 telah merenggut dan membatasi banyak hal. Termasuk waktu jalan-jalan. Kini, jalan-jalan di kawasan Maliboro, Jogja saja bakal dibatasi maksimal dua jam.

Aturan ini memang masih dalam bentuk rencana Pemkot Jogja melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (UPT PKCB). Menurut Kepala UPT PKCB, Ekwanto, kebijakan ini masih dalam tahap perencanaan dan simulasi. Belum ada kepastian tanggal pemberlakuan, namun simulasi sudah dilakukan Rabu (11/8/2021) ini.

“(Pemberlakuan) setelah simulasi hari ini,” kata Ekwanto di sela-sela kegiatannya di Stasiun Tugu, Rabu.

Nantinya, aplikasi pesan WhatsApp (WA) seluruh pengunjung akan terhubung dengan WA petugas melalui QR Code yang terpasang di Gerbang Malioboro. Selama dua jam kunjungan tersebut, petugas akan memantau. Lima belas menit sebelum waktu kunjungan habis, petugas akan mengirimkan pesan kepada pengunjung.

“Pengunjung akan mendapat pesan WhatsApp dari operator kami yang kira-kira berbunyi ‘Waktu berkunjung akan habis, silakan untuk meninggalkan Malioboro.’ Kalau belum keluar akan dikirim pesan terus, mungkin dia nanti risih,” kata Ekwanto.

Selain batasan waktu untuk pengunjung Malioboro, bus yang parkir di kawasan Abu Bakar Ali juga dibatasi selama tiga jam. Ada beberapa langkah juga agar pengunjung dengan bus tidak menimbulkan kerumunan. Salah satunya terkait pengaturan pengunjung turun dari bus.

Namun sebelum masuk ke area Malioboro, bus akan lebih dahulu diskrining di Terminal Giwangan. “Semua bus ke Malioboro itu harus diskrining di Terminal Giwangan dulu. Setelah itu baru didistribusi ke kami (Malioboro). [Tidak hanya selama PPKM], kebijakan ini mungkin juga pasca-PPKM,” kata Ekwanto.

Meski sudah mendapat izin untuk kembali berjualan selama PPKM, belum semua pedagang di Malioboro kembali beroperasi. Ekwanto mengatakan pedagang di bangunan permanen baru buka sekitar 40%. “Sementara pedagang kali lima baru beroperasi 50% dari total PKL yang ada di Malioboro,” katanya.

Salah satu pedagang, KRT Karyanto PurboHusudo, mengatakan pengunjung di Malioboro masih sepi. Ia berharap Jl. Malioboro tidak ditutup lagi, termasuk penutupan rutin sore hari pukul 18.00-21.00 WIB. Hal ini agar pengunjung Malioboro bertambah dan bisa menggerakkan roda perekomian setempat. (Red)

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar