Aplikasi Hadirku Ngadat, BKD Wonogiri : Seperti Leher Botol

Banner IDwebhost

Hariansoloraya.Com, Wonogiri — Ngadatnya sistem aplikasi presensi Hadirku diklaim akibat banyaknya ASN yang mengakses dalam waktu bersamaan. Sedangkan, jumlah ASN di Wonogiri jumlahnya lebih dari 10.000 orang.

“Ibarat leher botol, yang mau masuk itu banyak tapi jalannya kecil,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri, Haryono, Jumat (4/10).

Menurut dia, kendala yang dialami aplikasi ’Hadirku’ karena terlalu banyak pegawai yang mengakses dalam waktu bersamaan. Dimana waktu apel pagi hanya berlangsung sebentar. Dia menegaskan, macetnya aplikasi ’Hadirku’ hanya terjadi saat presensi apel pagi atau setelah jam 07.00 WIB. Sementara, presensi sebelum jam 07.00 WIB tidak ada masalah. Demikian juga dengan presensi saat pulang kerja juga tidak bermasalah.

“Sesuai Peraturan Bupati (Perbup) nomor 36/2019 pasal 19:6 menyatakan, jika aplikasi online mengalami kerusakan, dapat digantikan dengan presensi manual. Presensi manual di tempat saya bisa dibuka sampai jam 08.00 WIB. Itu sesuai rapat dengan Sekda kemarin,” ujarnya.

Haryono manambahkan, agar para kepala OPD menyiapkan presensi manual. Hal itu sebagai antisipasi ketika aplikasi Hadirku mengalami kemacetan. Dia juga menyebut, jika aplikasi yang diterapkan sejak 1 Oktober tersebut akan dilakukan pembenahan.

“Kami optimistis aplikasi yang dikelola tim dari BKD, Diskominfo dan dengan Bagian Organisasi Kepegawaian Setda Wonogiri akan semakin berjalan baik,” tandasnya. (Red)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Aplikasi Hadirku Ngadat, BKD Wonogiri : Seperti Leher Botol"